KEADILAN – “Menjadi ikhlas adalah tugas yang sulit dan tidak mudah Tetapi akan dimudahkan saat kita bersungguh-sungguh untuk ingin berubah.” Kalimat singkat tapi sarat makna ini disampaikan Wakil Jaksa Agung RI, Setia Untung Arimuladi. Kalimat itu disampaikannya pada acara pencanangan Pembangunan Zona Integritas Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung.
Ketua Tim Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI ini mengatakan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) harus tertanam pada setiap aparat kejaksaan. Oleh karenanya, pencanangan tersebut bukan sekedar seremonial, tapi adalah janji dengan diri sendiri.
Oleh karenanya, pembangunan zona integritas bukan beban atau keterpaksaan aparatur sipil negara, tetapi menjadi budaya atas dasar kesadaran dan keikhlasan seluruh jajaran Bidang Pembinaan. “Membangun budaya hukum merupakan bagian dari upaya nation character-building,” ujarnya.
Oleh karenanya hukum dan budaya hukum tidak dapat dilepaskan dari proses transformasi menuju masyarakat modern-industrial berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
“Saya berikan contoh hal kecil dan ini bisa dijadikan ukuran dan parameter apakah kita semua benar benar berkomitmen melakukan perubahan, misalnya apakah kita sepakat untuk tidak terlambat masuk kantor, tidak masuk kantor tanpa alasan, sering minta ijin tidak masuk kantor, bekerja tanpa program kerja, pulang kantor sebelum waktunya, sering meninggalkan kantor tanpa alasan penting dan bekerja tanpa tanggung jawab,” bebernya.
Untung menyampaikan sebagai ilustrasi bahwa dalam kehidupan, kadang juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. “Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan membuat kita terlena di zona nyaman. Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita, agar dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang digelar Jumat 9 April 2021 di Kejaksaan Agung tersebut, Untung menyebutkan bahwa perubahan adalah sesuatu yang pasti akan terjadi. Sebab yang abadi di dunia itu adalah perubahan. “Change or die. Berubah atau mati. Itulah kalimat yang cocok bagi kita yang ingin berubah ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
SYAMSUL MAHMUDDIN












