Pasca Ledakan Bom di Makssar, Warga Sumut Diminta Tetap Tenang

KEADILAN – Polda Sumut meminta umat Khatolik yang hendak melaksanakan ibadah minggu Palma tetap tenang, pasca terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3).

“Situasi Kamtibmas di Sumut ini aman dan kondusif,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Menurut dia, selama ini Sumut sudah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengamanan rumah ibadah. Sehingga, meskipun terjadi aksi bom bunuh diri di Makassar suasana aman di Sumut dapat terjaga dengan baik.

“Untuk pengamanan Gereja, kita sudah punya SOP sendiri dan itu sudah kita berlakukan sejak lama,” ujarnya.

Meski begitu, sambung dia, Polda Sumut meminta agar warga meningkatkan kewaspadaanya dan tidak panik terhadap situasi yang terjadi di Makassar.

“Kami menghimbau agar semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaanya. Bila ada orang yang dicurigai segera melaporkan hal itu kepada petugas di lapangan ada Babinsa dan Bhabinkambtibmas,” ungkapnya.

Untuk langkah lanjutan, tambah Hadi, Polda Sumut telah memerintahkan seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kapolsek dan Kapolres) untuk memperketat pengamanan setiap markas komando (mako), tempat umum, dan rumah ibadah, Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) mengantisipasi terjadi aksi teror.

“Sistem pengamanan yang sudah berjalan selama ini agar diperketat dan dilaksanakan dengan benar,” terangnya.

Untuk diketahui, sedikitnya 14 orang umat Khatolik dari Gereja Katedral Makassar mengalami luka-luka akibat terkena serpihan bom yang diduga di bawa oleh dua orang pelaku sesaat sebelum ibadat missa ketiga dilaksanakan. Pelaku diduga mengendarai sepeda motor matik dengan nomor polisi DD 5984 MD. Gerak kedua pelaku sudah dicurigai petugas keamanan gereja, sehingga dilakukan upaya pencegatan. Namun, saat dicegat bom yang dibawa pelaku langsung meledak.

Frans Marbun