KEADILAN- Komisi IV DPR RI mengapresiasi inovasi produk antivirus Corona berbasis tanaman eucalyptus yang dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian. Dukungan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama anggota Komisi IV DPR lainnya.
Hasan menilai, produk anti virus berbahan eucalyptus sangat ditunggu-tunggu masyarakat untuk penyembuhan yang lebih luas. Karena itu, ia berharap produk ini bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.
“Kami semua di Komisi IV sangat mengapresiasi inovasi ini. Saya juga sangat senang inovasi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh semua anggota di Komisi IV,” kata Hasan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).
Mengenai hal ini, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan produk antivirus Corona berbahan eucalyptus kepada seluruh Anggota Komisi IV DPR dalam waktu dekat. Pembagian ini, kata Fadjry sebagai bentuk keseriusan pemerintah atas pengembangan antivirus berbahan produk pertanian.
“Saya berharap Anggota Komisi IV dapat merasakan manfaat baik dari produk ini dan pastinya kami juga perlu dukungan dari Komisi IV untuk mengembangkan inovasi ini,” tutur Fadjry.
Menurut Fadjry, sejak proses uji coba produk eucalyptus sudah mendapat respons positif dari berbagai pihak. Fadjry mengaku sudah banyak mendapat permintaan dari masyarakat atas penggunaan produk tersebut.
“Mudah-mudahan ke depan produknya bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Perlu diketahui, kementan telah meluncurkan inovasi antivirus berbasis eucalyptus di ruang utama Agriculture War Room (AWR), Jakarta, Jumat (8/5/2020) lalu. Produk inovasi ini merupakan hasil uji lab para peneliti pertanian yang dinilai mampu menangkal penyebaran virus. Inovasi ini dinilai memiliki hasil pengujian eucalyptus terhadap virus influenza, virus beta dan gamma corona yang menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen.
Zat aktif dalam eucalyptus yakni 1,8 cineol (eucalyptol) dalam beberapa studi pengujian telah membuktikan bahwa senyawa tersebut dapat terikat pada Mpro virus corona jenis apa pun.
Mpro adalah main protease atau chymotrypsin like protease (CLpro) yang bermanfaat dalam replikasi virus. Kemudian, Mpro inilah yang ditarget agar replikasi virus menjadi terhambat. Balitbangtan juga membuat beberapa prototipe eucalyptus dengan nano teknologi dalam bentuk inhaler, roll on, salep, balsem, dan defuser.
AINUL GHURRI








