KEADILAN- Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara menyebut, hingga saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 476 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) 140 orang.
“Sedangkan yang meninggal akibat Covid sebanyak 41 orang dan sembuh sebanyak 145 orang” kata dr. Wikho kepada KEADILAN, Minggu 31 Mei 2020.
Sementara, jumlah pasien yang dinyatakan positif menggunakan teknologi PCR sebanyak 409 orang. “Kita imbau kepada warga khususnya yang berda pada kawasan zona merah untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan yang disampaikan sebelumnya,” kata dia.
Jika warga tidak melaksanakan atau menuruti aturan yang diterapkan, status zona merah yang terjadi sebelumnya bisa semakin meluas. “Demi keselamatan dan kesehatan kita semua, keluarga dirumah dan saudara-saudara kita, marilah kita menjaga dengan turut pada aturan yang sudah kita sampaikan kepada masyarakat luas sebelumnya. Jangan dianggap sepele karena ini menyangkut nyawa kita bersama,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, penanganan Covid-19 di Sumut terkesan aneh dan sedikit ganjil. Sebab, beberapa waktu Ombudsman RI Perwakilan Sumut menerima laporan terkait lambatnya keluar hasil pemeriksaan swab seorang anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan. Padahal, specimen anak itu sudah diambil pada 8 Mei 2020.
Keterlambatan itu menyebabkan ketidakpastian dalam penanganan anak berumur 12 tahun tersebut. Bahkan, keluarganya tidak bisa memastikan sampai kapan si anak harus menjalani isolasi di rumah sakit. Anak itu sudah dirawat di rumah sakit sejak 4 Mei lalu.
“Inilah keanehan dan keganjilan itu,”kata Abyadi.
Abayadi malah mempertanyakan informasi tentang hilangnya sampel atau specimen untuk swab anak tersebut.
“Saya kaget luar biasa mendengar informasi bahwa specimen atau sampel untuk swab tes anak itu hilang dan sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pihak RS. Saya sudah tanyakan untuk yang kedua kalinya, tetapi mereka (RS Pirngadi) malah berkelit-kelit dan hasilnya juga sampai sekarang belum ada kepastian,” pungkasnya.
FRANS MARBUN













