KEADILAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi sambut kedatangan mahasiswi Wuhan University of Technolgy asal Medan, Diza Laila Barokah yang dipulangkan setelah dikarantina selama 14 hari di Natuna, di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Selasa/2020).
Edy yang didampingi Ibu Nawal Lubis didampingi Ibu Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah tampak akrab dan hangat menyambut kedatangan Diza, yang turut didampingi Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahid Hasibuan. “Diza menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pemerintah Sumut, karena telah mengurus pemulangan hingga penyambutan dan mengantarkan sampai ke rumahnya di Daerah Helvetia Medan,” ungkap Alwi.
Penjemputan Diza sendiri dilakukan Pemprov Sumut diwakilkan Kepala Badan Penghubung Daerah Prov Sumut di Jakarta, Salim Affan beserta tim. Tim ini menerima Diza dari Pemerintah Pusat usai menjalani karantina 14 hari di Natuna setelah kembali dari Wuhan. Usai karantina, Diza pun dikembalikan kepada orang tuanya di Medan.
Prosesi karantina tersebut, tak hanya Diza saja yang merupakan warga Medan, Sumatera Utara. Terdata, tiga warga Sumut ikut dikarantina dan diobsersevasi deteksi Covid-19 (Virus Corona) di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Natuna (Kep Riau). Alwi mengatakan ketiganya terdiri dari dua wisatawan dan satu mahasiswa. Dari ketiganya tersebut, hanya Diza yang kembali ke Medan. Sedangkan dua lainnya ke rumah keluarga mereka di Jakarta.
Alwi menegaskan tidak perlu ada keresahan atas kepulangan usai dikarantina selama 14 hari. Karantina yang bertujuan sebagai langkah observasi, Diza dan ratusan warga lainnya yang menjalani dan mengikuti proses karantina di Natuna, dinyatakan sehat. “Pemulangannya tidak perlu ada penyambutan dan keramaian. Mereka semua, sehat wal afiat,” pungkasnya.







