Keadilan
Keadilan

KEADILAN – Dua tahun terakhir, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly memberi perhatian lebih pada perlindungan kekayaan intelektual. Kaum muda sebagai kaum intelektual beberapa kali dia jumpai dalam forum diskusi.

Melalui kegiatan “Yasonna Mendengar” dia banyak berdiskusi dan mendengar masukan dari para kawula muda, seputar tupoksi Kementerian yang dipimpinnya menjalankan tugas perlindungan kekayaan intelektual.

Yasonna menjelaskan, perlindungan terhadap kekayaan intelektual sangat penting dan menjadi perhatian serius pemerintah. Dia tegaskan, selain dilindungi negara secara hukum, perlindungan kekayaan intelektual akan memberi manfaat secara ekonomi karena dapat mengkomersialisasi ciptaan, menerbitkan dan menggandakan ciptaan, mendistribusikan, atau menampilkan ciptaannya sebagai pertunjukan.

Dukungan Kemenkumham pada perlindungan kekayaan inetelektual dia jelaskan telah dicanangkan sejak tahun 2022 sebagai Tahun Hak Cipta. Sejak tahun itu pula, Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham meluncurkan Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta (POP HC) untuk mempercepat proses pencatatan hak cipta dari yang sebelumnya perlu waktu satu hari, kini hanya perlu waktu kurang dari 10 menit.

“Saya mengajak anak muda yang bergerak di industri kreatif, industri hiburan, dan sejenisnya untuk tahu dan peduli tentang kekayaan intelektual. Kenapa? Karena pengetahuan dan kepedulianmu tentang kekayaan intelektual akan memengaruhi masa depan mu,” ucap Yasonna dihadapan kawula muda “Anak Medan” dalam program acara “Yasonna Mendengar”, di Kota Medan, Senin (10/06/2024) lalu.

Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan DPP PDI Perjuangan itu menuturkan, sosialisasi akan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual juga merupakan salah satu cara pemerintah menyiapkan generasi emas menyongsong 100 tahun Indonesia pada 2045.

Perlindungan kekayaan intelektual lanjutnya diyakini mampu meningkatkan inovasi dan kreativitas, yang akan ditopang dengan kebijakan kemudahan berusaha melalui aplikasi perseroan perorangan yang sudah diluncurkan lebih dulu.

“Anda punya satu merek, perusahaan anda daftarkan melalui perseroan perorangan, anda jadi entrepreneur, suatu hari anda jadi entrepreneur sukses, asal tidak pernah menyerah,” ujar Yasonna.

‘Yasonna Mendengar’ merupakan kegiatan untuk meningkatkan ekonomi kreatif di daerah serta jemput bola menyosialisasikan pentingnya melindungi kekayaan intelektual. Dengan konsep town hall meeting, kegiatan ‘Yasonna Mendengar’ jadi kental nuansa anak muda.

Dua tahun berselang, Ono Niha yang pertama menduduki jabatan menteri Hukum dan HAM (Kemenkumham) ini pun memberikan penghargaan kepada beberapa insan Kekayaan Intelektual (KI) 2024, yaitu kreator dan inovator yang berpartisipasi dalam pengembangan KI di Indonesia.

Penghargaan itu diserahkan secara langsung oleh Menkumham Yasonna H. Laoly dalam salah satu acara rangkaian Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2024, yaitu Forum Indikasi Geografis (IG) Nasional, Temu Bisnis, dan Apresiasi Insan KI 2024 di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu 12/06.

Dalam kesempatan itul, Yasonna menyatakan komitmen Kemenkumham untuk mengembangkan ekosistem KI di Indonesia yang berselaras dengan visi Indonesia Tahun 2045, yaitu menuju Indonesia emas, dengan berkolaborasi dan bersinergi bersama para pihak.

“Kedepan, saya menantikan konsistensi, kehadiran, dan peran serta seluruh elemen dalam ekosistem Kekayaan Intelektual untuk terus bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara nusantara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan melalui kreativitas dan inovasi,” ucapnya.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan pengembangan Kekayaan Intelektual (KI) dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa.

Dalam acara Forum Indikasi Geografis Nasional, Temu Bisnis, dan Apresiasi Insan Kekayaan Intelektual 2024 yang digelar di Jakarta ini, Yasonna mengumumkan bahwa berbagai kajian dan pengalaman internasional mengkonfirmasi korelasi antara pembangunan ekosistem KI dengan pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif adalah wujud dari pemanfaatan kekayaan intelektual, di mana dalam beberapa tahun berkontribusi terhadap PDB yang terus meningkat. Pada tahun 2022, ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,6 persen atau kurang lebih Rp1,280 triliun,” kata dia.

Akan tetapi, lanjutnya, saat ini pembangunan ekosistem kekayaan intelektual masih dalam tahap awal. Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam acara tersebut untuk saling bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan ekosistem KI yang kondusif.

“Ekosistem KI adalah sebuah siklus berkelanjutan yang melibatkan sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan yang terdiri dari tiga elemen utama, yaitu kreasi, proteksi, dan utilisasi,” ujarnya.

Dalam realisasinya, kata Yasonna DJKI telah membentuk National Intellectual Property Academy (NIPA) yang dikenal dengan nama Indonesia IP Academy pada 7 Juli 2023. Pembentukan akademi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas berbagai pemangku kepentingan serta menyediakan informasi dalam rangka pemanfaatan KI.

Yasonna juga menyoroti Indikasi Geografis (IG) untuk mendukung potensi KI di Indonesia. DJKI pada setiap tahunnya menetapkan tema tematik KI. Adapun tema pada tahun ini ditetapkan sebagai Tahun Indikasi Geografis.

Ia mengatakan, IG memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi wilayah dan juga dapat meningkatkan pendapatan produsen produk daerah asal hingga membuka peluang ekspor yang lebih luas.

“Kita berharap tahun 2024 ini menjadi momentum bagi segenap stakeholder, baik dari unsur pemerintah daerah maupun Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG), untuk lebih semangat lagi melakukan pendaftaran potensi IG yang ada di wilayahnya, mempromosikan, serta memberdayakan produk-produk IG,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Min Usihen mengatakan, acara Forum Indikasi Geografis Nasional, Temu Bisnis, dan Apresiasi Insan Kekayaan Intelektual 2024 merupakan puncak peringatan Hari Kekayaan Internasional Sedunia 2024 yang sudah dimulai sejak 26 April 2024.

Reporter: Junaidi P. Hasibuan
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Populer di Dapil, Kritis di Senayan

Tagged: , ,