KEADILAN – Beralaskan tikar dan minyak zaitun, Rudi, tunanetra alumni Sekolah Massage Wiyataguna, Bandung, siap memberi kesegaran dengan pijatannya di semua titik-titik badan Anda. Rudi berpraktek di tribun GOR Pajajaran, Koni Jawa Barat, setiap hari mulai pukul 06.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB.
Jika Anda sedang berkunjung ke Gedung Olah Raga (GOR) Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Anda bisa menikmati pijatan Rudi, tunatra yang sangat piawai.
Dalam perbincangan dengan keadilan.id, Minggu (23/02/2025), Rudi yang selalau ditemani putri semata wayangnya–Atisha– itu mengatakan, sudah menjalani profesi sebagai tukang pijat sejak tahun 2009. Ia memilih tempat di tribun GOR Pajajaran karena aman dan tidak ada pungutan-pungutan.
“Alhamdulillah, selalu ada rejeki di tempat ini. Memang kadang-kadang kalau sepi, gak ada yang dipijat,” katanya. Namun, Rudi selalu optimis dengan rejeki yang diperolehnya. Selain mangkal di GOR Pajajaran, Rudi mengaku kerap diminta datang ke tempat pasien yang akan dipijat.
Dijelaskan Rudi, ia bersama putrinya tinggal berdua bersama putrinya yang berusia 13 tahun itu di belakang Komplek GOR Pajajaran, sejak istrinya meninggal dunia tahun 2020 lalu. “Ngontrak di belakang GOR,” katanya.
3 Tahun Belajar Pijat
Kepiawaian Rudi memainkan jari jemarinya memijat bukan datang dengan sendirinya. Sekolah Wiyataguna yang memang khusus mendidik orang berkebutuhan khusus. Tepatnya tuna netra.

Sebelum belajar pijat selama dua tahun, peserta didik di sekolah yang dinaungi Dinas Sosial Pemrov Jawa Barat itu mengajari peserta didik huruf braile. “Setelah lulus belajar braile selama setahun, baru belajar pijat dua tahun. Alhamdulillah semuanya gratis dapat makan 3 kali sehari dan tempat tinggal,” papar Rudi.
Rudi memaparkan, di sekolah itu pula ia menemukan buah hati yang memberinya seorang putri. “Alhamdulillah ketemu jodoh adek kelas, ibunya Atisha,” ujar Rudi mengenang. Atisha saat ini duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.
Kepiawaian Rudi dalam memijat pasiennya bukan isapan jempol. Ia mengetahui titik-titik syaraf di bagian tubuh pasien pijatnya. “Ini syaraf ke mata, ini pinggang bapak sakit,” kata Rudi menjelaskan tatkala orang yang dipijat mengeluh dan merasa agak kesakitan saat jematinya menyentuh titik tertentu di bagian kaki dan punggung.
Memang terbukti. Salah satu orang yang dipijat Rudi adalah kru keadilan.id yang datang dari Depok dengan menggunakan kendaraan pribadi. Badan dan leher yang pegal karena kelelahan seketika hilang. Bukan hanya itu, mata yang sebelumnya terasa lelah kembali menjadi segar.
Lantas apakah biaya jasa pijatnya mahal? “Rudi dengan tegas mengatakan, bayar se-ikhlas-nya saja,” katanya.
Nah, bagi Anda yang sedang berkunjung ke GOR Pajajaran atau Kota Bandung, bisa menghubungi Rudi di nomor 082318853587. “Nomor itu sekaligus nomor whatsapp saya,” katanya. Rudi juga bersedia dipanggil ke tempat Anda menginap. Silakan mencoba.****
BACA JUGA: Laporannya Terkatung-katung 8 Tahun di Bareskrim, Nenek 70 Tahun Mengadu ke Presiden Prabowo














