KEADILAN – Tersangka ke-18 Perkara korupsi Rp1000 triliun pertamina Riza Chalid kembali mangkir dari panggilan penyidik. Tanggal 4 Agustus 2025 ini adalah panggilan ketiganya. Riza Chalid dinyatakan Kejaksaan Agung masuk daftar pencarian orang (DPO).
Mangkirnya Riza Chal8d disampaikan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna. “Penyidik urung melakukan pemeriksaan karena yang bersangkutan tidak datang,” ujarnya.
Menurut Anang, mangkirnya Riza Chalid dalam panggilan ketiga ini, secara prosedur Kejagung akan segera memasukan juragan minyak tersebut dalam daftar pencarian orang (DPO). “Konsekuensinya yang bersangkutan kita masukan dalam DPO,” jelasnya.
Anang dalam kesempatan itu juga menyampaikan pada hari sama Riza Chalid dijadwalkan diperiksa, penyidiki juga memanggil delapan saksi lain. Kedelapan saksi tersebut hadir dan diperiksa penyidik.
Kedelapan saksi ini diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018-2023. Diantaranya AS dari Pusat Penelitian Pranata Pembangunan Universitas Indonesia.
Selanjutnya HG selaku Direktur PT Adaro Indonesia. EP selaku Karyawan PT Cahaya Energi Perkasa. VFW selaku Manager PSO dan Non PSO Fuel Sakti Kantor Pusat SH CAT KP Jakarta.
Berikutnya HB selaku VP Bisnis Planning & Portofolio tahun 2020 s.d. 2021. ES selaku VP Controller PT Pertamina Patra Niaga tahun 2021 s.d. 2024.AW selaku Head of Supplier Respurce Section PT Pamapersada Nusantara tahun 2013 sampai sekarang. Terakhir IR selaku Direktur Strategic Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) periode 12 Juni 2020 sampai 28 Juni 2022.
“Delapan saksi itu diperiksa untuk memperkuat berkas perkara Riza Chalid dkk,” tambah Anang.
Sebagaimana diketahui, Kejagung telah menetapkan 18 tersangka perkara korupsi pertamina. Berkas sembilan tersangka gelombang pertama sudah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Diantaranya anak Riza Chalid.
Gelombang kedua Kejagung kembali menetapkan sembilan tersangka. Selain Riza Chalid yang kini masuk DPO, ada AB selaku VP Supllly dan Distributor PT Pertamina 2011-2025. HB sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina 2024. TN selaku SVP Integrated Suplly Chain 2017-2018. DS yang merupakan VP Crude & Product PT Pertamina 2018-2020.
Selain itu ada nama HW selaku mantan SVP Integrtated Suppy Chain, AS yang merupakan Direktur Gas,Pertochemical dan New Busines PT Pertamina International Shiping. MH selaku Senior Manager PT Trafigura. Dan, IP selaku Busines Develovment Manger PT Mahameru Kencana Abadi.
BACA JUGA: Isu Penggeledahan Rumah Jampidsus Diduga Dihembuskan dan Ditunggangi Koruptor Pertamina









