KEADILAN – Dua kendaraan taktis (rantis) tempur mulai Selasa ini (05/08/2025) tampaknya bakal menjaga Kejaksaan Agung. Dua rantis yang dikenal dengan sebutan panser ini diparkir tak jauh dari Kantor Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Kehadiran dua panser tersebut tentu menimbulkan kesan bahwa saat ini ada masalah serius terkait keamanan di Kejaksaan RI. Apalagi Kejaksaan Agung kini banyak menangani perkara korupsi besar. Mulai korupsi tambang, pertamina dan mafia impor.
Dugaan adanya ancaman keamanan bagi jaksa yang sedang memberantas korupsi masuk akal. Kasus-kasus korupsi kakap yang ditangani berkonsekuensi akan bisa menyinggung banyak pihak.
Kepala Pusat Penerangan Kejagung Anang Supriatna saat dimintai konfirmasi terkait kehadiran dua panser tersebut hanya menyebut karena keberadaan Satgas PKH. Sebab, dalam Satgas PKH ada unsur TNI.
Sebelumnya sejumlah rumor menyebar bahwa rumah Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (jampidsus) Febrie Adriansyah hendak digeledah Polda Metro Jaya. Penggeledahan itu disebut terkait kasus penculikan dan penganiayaam yang doduga dilakukan Ferry YH. Korbannya diduga personil satuan Densus Polri.
Rumor ini belakangan diduga sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tersinggung dengan pemberantasan korupsi yang dilakukan Kejagung. Pasalnya rumah Jampidsus tak ada kaitannya dengan dugaan pidana yang dilakukan Ferry. Baik dari lokus (tempat) maupun delicti (peristiwa pidananya.
Anang Supriatna sendiri berkali-kali membantah adanya penggeledahan rumah Jampidsus yang juga diangkat Presiden Prabowo sebagai Ketua Pelaksana Satgas PKH ini.
Febrie Adriansyah selama ini dipandang jaksa berani dan berkinerja sangat baik. Banyak kasus korupsi kakap yang dibongkarnya. Baik sejak ia menjabat Direktur Penyidikan sampai menjadi Jampidsus.
Namun kinerja baiknya juga menuai resiko. Febrie sering mendapat serangan balik dari koruptor. Mulai tuduhan tak masuk akal sampai fitnah melalui media sosial. Tidak saja pribadi bahkan sampai keluarga.
Salah satu pelaku yang bernama MS akhirnya mengaku dan meminta maaf melalui testimoni setelah ditangkap jaksa dalam kasus suap vonis perkara korupsi CPO. MS mengakui mendesain serangan balik melalui medsos untuk menekan kejaksaan dalam memberantas korupsi.
Presiden Prabowo Subianto sendiri beberapa bulan lalu pernah menyebut bahwa aparatnya dalam memberantas korupsi tak hanya diserang tapi juga diancam-ancam. Banyak pihak mengaitkan pernyataan Presiden dengan serangan balik dan ancaman kepada Jampidsus.
Febrie Adriansyah sendiri pernah dikuntit oknum Densus Polri. Penguntit akhirnya ditangkap pengawal Febrie. Pengawal Febrie adalah anggota TNI yang dktugaskan Mabes TNI ke Kejaksaan RI.
Tingginya intensitas ancaman, membuat pemerintah memberikan pengamanan ekstra kepada pejabat Kejaksaan, duantaranya Jampidsus. Tidak saja pengamanan berjalan, kediamannya juga akhirnya dijaga personil TNI.
BACA JUGA: Isu Penggeledahan Rumah Jampidsus Diduga Dihembuskan dan Ditunggangi Koruptor Pertamina








