KEADILAN– Penyelesaian konflik di Laut China Selatan selama 20 tahun lebih mangkrak. Hal itu menjadi perhatian dalam konflik politik luar negeri. Bahkan, setelah dibuat Declaration of Conduct (DOC), namun konflik 20 tahun itu belum menemukan titik terang.
Masalah ini menjadi pembahasan selama Debat Capres 2024 dengan tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, geopolitik, globalisasi, dan politik luar negeri.
Dalam pertanyaan yang disampaikan moderator disebutkan, konflik Laut China Selatan belum selesai, dengan Code of Conduct (CoC) yang belum rampung. Bahkan saat ini Laut China Selatan menjadi arena hegemoni antara Amerika Serikat dan China.
Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo mengakui bahwa situasi di Laut China Selatan akan bisa. Untuk itu, Ganjar menawarkan agar dibentuknya kesepakatan sementara untuk mencegah terjadinya situasi yang tidak diinginkan.
Langkah pertama yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia menurut Ganjar adalah evaluasi upaya penyelesaian konflik.
“Usulan kami jelas dan clear. Apa itu? Kesepakatan sementara. Agar kita bisa mencegah situasi yang tidak diinginkan,” kata Ganjar.
Ganjar juga menyoroti upaya modernisasi militer China yang diperkirakan rampung pada 2027 mendatang. Jika China semakin kuat, maka bukan tidak mungkin potensi konflik menjadi kenyataan.
“Artinya, kalau kita bicara “one China police” maka seluruh dunia pasti akan mengakui bagaimana peran itu. Mungkin perangnya tidak sampai ke Indonesia, tapi kita bisa kena dampaknya,” imbuhnya.
Langkah lain yang diusulkan oleh Ganjar yaitu penguatan patroli di wilayah Laut China Selatan. Sehingga, dibutuhkan infrastruktur seperti tanker-tanker terapung bagi TNI Angkatan Laut (AL).
Manfaat infrastruktur ini, kata Ganjar, logistik juga bisa menjadi murah, sehingga patroli tidak selalu kembali ke titik awal.
“Maka titik inilah yang mesti kita dorong dan kita akan bisa membawa posisi inisiatif ini yaitu kesepakatan sementara untuk menghindari potensi konflik yang lebih tinggi. Kita akan meredam dengan cara itu,” pungkas Ganjar.
Reporter: Ainul Ghurri
Editor: Darman Tanjung













