Peringatan Ketua KPK untuk Keluarga Pejabat: Hiduplah Sederhana

KEADILAN – Peringatan keras bagi keluarga pejabat negara suka pamer kekayaan yang belakangan sering menghiasi media sosial (medsos). Hiduplah secara sederhana dan jauhkan diri dari perilaku korupsi. 

Hal itu dikatakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri untuk mengingatkan keluarga pejabat negara tidak pamer kekayaan yang diduga hasil korupsi.

Sebab, korupsi telah merampas hak-hak orang lain merupakan kejahatan kriminal yang harus diperangi. “Diharapkan tidak ada lagi yang namanya flexing atau pamer kekayaan. Hiduplah dengan cukup dan sederhana,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, Rabu (4/10/2023).

Pihak KPK berpesan agar seluruh anggota keluarga pejabat maupun penegak hukum bisa menjaga pola hidup dalam keseharian. Dikatakan Firli, khusus untuk para istri memiliki peran besar mendidik perilaku antikorupsi di keluarga.

Perilaku korupsi lanjut Ketua KPK Firli merupakan ancaman dan menyebabkan kemunduran bangsa. Perlu peran dari setiap individu dan anggota keluarga sehingga budaya antikorupsi dapat tercipta.

Sebab, budaya antikorupsi senantiasa menyiratkan nilai kejujuran, kesederhanaan, moral dan etika. Untuk menjauhi dari perilaku korup bisa dimulai dari lingkungan keluarga. “Korupsi jelas merugikan generasi bangsa,” tegas Firli.

Harus diakui masih banyak penyelenggara dan pejabat negara yang belum memahami arti korupsi yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Untuk diketahui, korupsi dirumuskan dalam 30 jenis tindak pidana korupsi, dikelompokkan jadi tujuh jenis besar. Hal itu meliputi kerugian keuangan negara, suap-menyuap, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.

Sementara itu, KPK terus menabuh gendang perang pemberantasan korupsi dari lima fokus area. Ini mencakup korupsi di bidang sumber daya alam, bisnis, politik, penegak hukum dan pelayanan publik.

Reporter: Penerus Bonar

Posting Terkait

Jangan Lewatkan