Pergantian Panglima TNI, Presiden Jokowi Kirim Nama Jenderal Agus Subiyanto

KEADILAN – DPR telah menerima surat presiden (surpres) berisi nama calon Panglima TNI pengganti Laksamana Yudo Margono. Nama yang diusulkan adalah Jenderal Agus Subiyanto yang baru saja dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada Rabu (25/10/2023).

Hal tersebut dibenarkan oleh anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono. “Yes benar calon tunggal. Jenderal Agus adalah pilihan yang paling tepat untuk mengisi jabatan tersebut,” ujar Dave kepada Keadilan.id, Selasa (31/10/2023).

Dave yakin, pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Jenderal Agus adalah pilihan terbaik. Hal tersebut terlihat dari rekam jejak karirnya dari pangkat muda hingga menjadi KASAD.

“Perawakan beliau, hasil karya beliau yang selama ini mulai dari pangkat muda hingga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat menunjukan kemampuan beliau, manajerial skill dan juga kesiapan beliau dalam seluruh reformasi TNI,” bebernya.

Namun kata Dave, tugas yang diemban Agus ke depan tidak mudah. Mengingat adanya pesta demokrasi pada bulan Februari 2024 mendatang dan pergantian pemerintahan. “Ini merupakan tugas yang membutuhkan kemampuan yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Bagi Dave, Agus menjadi sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di tubuh TNI untuk menakhodai matra darat, laut dan udara. Namun Dave belum merinci waktu pelaksanaan uji kepatuhan dan kelayakan (Fit and proper test) terhadap Agus.

“Itu yang kami lihat dan ada di Pak Agus. Itulah pilihan yang tepat dan terbaik untuk terus melanjutkan dan regenerasi di tubuh TNI ke depan,” tukasnya.

Diketahui, Agus merupakan Pati TNI AD yang barus saja dilantik Presiden Jokowi sebagai KSAD pada Rabu, 25 Oktober 2023 menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang memasuki masa pensiun. Sebelum menjadi orang nomor satu di TNI AD, Agus Subiyanto menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).

Dengan menjabat sebagai KSAD, pangkat Agus dinaikkan satu tingkat menjadi Jenderal TNI. Kenaikan pangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 90 TNI Tahun 2023 tentang kenaikan pangkat dalam golongan perwira tinggi TNI.

Lahir di Cimahi, Jawa Barat pada 5 Agustus 1967, Putra pasangan Serka (Purn) Deddy Unadi dan Cicih ini mengenyam pendidikan di SDN Baros Mandiri 4 Cimahi, Jawa Barat dari 1974 hingga 1980. Lulus SD, suami dari Evi Sophia Indra itu kemudian melanjutkan pendidikannya di SMPN 2 Cimahi selama tiga tahun mulai 1980-1983.

Agus kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya yakni, SMAN 13 Bandung pada 1983-1986. Selepas SMA, Agus Subiyanto mengikuti jejak ayahnya menjadi tentara. Agus Subiyanto melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada 1991. Agus kemudian mengikuti Kursus Dasar Kecabangan (Sussarcab) Infanteri Kopassus.

Lahir dari keluarga militer, Agus mengawali karier militernya sebagai Kasiops Sektor A di Timor Timur, kemudian menjadi Danyon 22 Grup 2 Kopassus, hingga menjadi Kepala Penerangan Kopassus. Agus Subiyanto kemudian mendapat promosi menjadi Dandim 0735/Surakarta (2009-2011) saat Presiden Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Selanjutnya, Agus dipercaya menjadi Waasops Divif 1 Kostrad, dan Asops Divif 1 Kostrad. Tidak hanya itu, Agus Subiyanto juga diangkat menjadi Asops Kasdam 1/BB, Danrindam 2 Kodam 2 Sriwijaya. Agus kemudian ditunjuk menjadi Danrem 132/Tadulako, Paban 3/Latga Sops TNI, Wadan Pusenif, Danrem 061 Surya Kencana.

Kariernya terus menanjak, Agus dipercaya menjadi perisai hidup Presiden Jokowi dengan menjabat sebagai Danpaspampres 2020-2021. Selepas tugas di lingkaran Istana, Agus mendapat jabatan strategis menjadi Pangdam III/Siliwangi hingga Wakil KSAD. Puncaknya, Agus Subiyanto diangkat menjadi KSAD.

Selama meniti kariernya di militer, Agus pernah mengikuti Novelty Shot Exhibition. Dia keluar sebagai juara pada Novelty Shot Exhibition pada lomba khusus yang digelar pada pembukaan AARM ke-30 pada 2022 di National Military Training Center, Hanoi, Vietnam. Tidak hanya itu, dia juga pernah diterjunkan ke medan operasi saat Operasi Seroja dan Operasi Tinombala.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

Posting Terkait

Jangan Lewatkan