Parno! RS di Sumut Telantarkan Pasien Sampai Meninggal

KEADILANRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Ferdinand Lumban (FL) Tobing, Kota Sibolga dan Puskesmas Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang dituding menelantarkan pasien sehingga meninggal dunia.

Kepada KEADILAN, Sri Suryanti (55) mengaku sangat kecewa dengan pelayanan RSUD FLTobing, Sibolga karena menelantarkan suaminya Tulus Barata Hutagalung di lantai Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) tanpa ada penanganan apapun dari pihak RS.

“Suami saya jatuh dilantai karena sesak nafas. Tetapi, sejak terjatuh hingga lima jam kemudian tidak ada upaya pertolongan apapun kepada suami saya. Padahal, kami sudah menjelaskan kronologi kejadiannya,”kata Sri, Kamis (23/4).

Menurut dia, Suaminya berangkat dari rumah pukul 23.30 WIB karena asam lambungnya kumat dan susah bernafas. Sebab, kondisi badannya yang gemuk dengan penyakit yang dideritanya (Asam lambung akut) menjadikannya sulit bernafas sehingga butuh oksigen.

“Badan suami saya gemuk. Dan dia mengidap penyakit asam lambung akut. Itu sering dialaminya, selama ini kalau asam lambungnya kumat, maka dia cukup mengihirup udara segar dan minum obat lambung sudah sembuh,”ujarnya.

Namun, tambah dia, malam itu suaminya tidak sekuat waktu sebelumnya. Sehingga pada saat asam lambungnya kumat lagi, korban meminta Kepala Lingkungan (Kepling) di areal tempat tinggalnya untuk menemaninya ke RS. Namun, setibanya di RS korban terjatuh di lantai UGD.

“Sadis kali, setelah jatuh seorang perawat perempuan berusaha untuk menolongnya. Namun, karena tenaganya (perawat) itu tidak kuat akhirnya suami saya dibiarkan begitu saja sampai meninggal,” sebutnya.

Dia menyebut, dari keterangan yang disampaikannya kepada petugas medis di RS itu mestinya bisa disimpulkan oleh petugas apa penyakit suaminya. Sebab, suaminya saat kejadian itu tidak mengalami demam dan batuk. “Suami saya hanya sesak nafas saja. Dia tidak demam dan tidak batuk. Suami saya hanya butuh obat lambung dan oksigen,”ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum (Wadirum) RSUD FL Tobing, Sibolga, T Pulungan mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim dokter, korban dinyatakan negatif Covid-19. Dan sudah dilakukan penanganan sesuai dengan SOP. “Penanganan sudah sesuai SOP dan negatif Covid-19), terangnya.

Setali tiga uang, Puskesmas Tanjung Rejo di Jalan Lembaga Dusun II, Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang juga dituding menelantarkan pasien, bernama Sugiono (65) warga Jalan Dusun 15, desa Percut, kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deliserdang.
Sultan Khalifatullah, salah satu keluarga korban menceritakan saat itu, pada Kamis (9/4/2020) korban (Sugiono) dibawa dengan mobil ke puskesmas pembantu cinta rakyat dan tidak diperiksa dengan alasan tidak ada peralatan.
Setelah itu, keluarga membawa korban ke puskesmas Tanjung Rejo untuk mendapat perawatan.

“Namun setibanya di Puskesmas yang di maksud korban juga tidak ditangani, padahal di puskesmas itu sudah ada rawat inap dan IGD. Tapi kenapa tidak mau menangani pasien,” ujar Sultan.

Padahal sesuai Permenkes 43 Tahun 2019 penanggung jawab atas pembinaan dan manajemen semua tanggungjawab kepala Puskesmas. “Penolakan seharusnya ada prosedurnya,”katanya.

Yang disesalkan, kata Sultan, kenapa saat korban berada di Puskesmas Tanjung Rejo tidak dilakukan pemeriksaan dan permintaan data pasien. “Saat di sana (Puskesmas Tanjung Rejo) satu staf mereka langsung mengarahkan kami untuk membawa korban ke rumah sakit Pirngadi,” terangnya.

Namun, arahan untuk ke rumah sakit haji pihak keluarga tidak menerima surat rujukan dari puskesmas Tanjung rejo dan itu sudah melanggar aturan kesehatan.
Karena panik melihat korban sudah hampir pingsan, sambung Sultan, keluarga langsung membawa korban ke klinik Pratama Suroso yang berada di Jalan Lorong Kali Serayu, Dusun 16 Desa Saentis. “Di sana pasien mendapat pemeriksaan dan diketahui bahwa pasien mengidap tekanan darah tinggi,” ujarnya.

Namun, karena kondisi korban semakin kritis, keluarga langsung membawanya ke rumah sakit umum Joko yang berada di Jalan Sudirman, Desa Cinta rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan. “Di rumah sakit itu sudah mendapat perawatan dan kondisi korban sudah baikan dan kami pun senang,” ujarnya.

Tetapi, sekitar pukul 16.00 WIB korban menghembuskan nafas terakhir. “Kita menyesalkan kenapa keluarga kita tidak ditangani sama puskesmas Tanjung Rejo sehingga korban tidak selamat dan menghembuskan nafas terakhir,” katanya.

Padahal, kalau saja ditangani sama puskesmas Tanjung Rejo, kemungkinan Sugiono bisa tertolong.

Semmentara itu, Kepala Puskesmas (Kapus) Tanjung Rejo Dr Budi Aprian mengaku, pihaknya tidak menolak menangani pasien, namun karena keadaan pasien sudah koma.

“Jadi awalnya pasien itu terjatuh dan ditolong sama warga dan kemudian dibawa ke puskesmas pembantu. Dan itu saya tahu dari pegawai kita di puskesmas pembantu bang Syahril,”ujar Budi.

Dia menjelaskan ketika korban dibawa ke puskesmas Tanjung Rejo, kondisinya saat itu sudah koma. “Petugas pun bilang ke keluarga ayo dong bawa ke rumah sakit, kondisi pasien sudah koma ini. Jangan lagi main-main. Kemudian pasien dibawa ke klinik suroso. Dan saya heran, kenapa dibawa ke sana bukan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Frans Marbun / Fernando Simamora