KEADILAN – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar sidang tahunan dan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di gedung paripurna istimewa, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2023).
Sidang tahunan 2023 ini dihadiri oleh 489 anggota MPR/DPR/DPD RI. Sidang itu dibuka oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet. Selain Presiden Jokowi, para pejabat negara, duta besar negara sahabat, para menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI dan Kapolri juga turut hadir.
Dalam pidatonya, Bambang menegaskan bahwa perjalanan bangsa Indonesia tidak terlepas dari komitmen kolektif kebangsaan. Hal tersebut untuk memastikan bahwa perjalanan bangsa ini tetap tegak lurus dan bermuara pada terwujudnya cita-cita nasional. Dalam hal ini, menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
“Kita patut menghaturkan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pendiri bangsa, serta para pahlawan dan pendahulu bangsa, yang dengan gigih memperjuangkan cita-cita bersama, untuk mencapai kemerdekaan Indonesia seutuhnya,” tegasnya.
“Serta dengan sungguh-sungguh mempertahankan dan melaksanakan pembangunan di atas bumi Indonesia yang merdeka, dengan membangun jiwanya, membangun badannya, untuk menggapai Indonesia Raya,” tambahnya.
Dia melanjutkan, kemerdekaan yang diraih sejak 78 tahun yang lalu, tidaklah terlahir dari ruang hampa, bukan pula didapatkan secara instan, ataupun hasil pemberian, melainkan buah dari perjuangan dan pengorbanan yang didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, yang dirahmati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kerja keras dan perjuangan para pendiri bangsa, sejak dulu dan dilanjutkan hingga saat ini, menjadi modal bangsa Indonesia dalam melangkah menuju Indonesia Emas 2045. Indonesia Emas yang dicita-citakan adalah Indonesia yang rakyatnya sejahtera, yang ditandai dengan nihilnya angka kemiskinan.
“Indonesia yang memiliki pengaruh kuat dalam pergaulan dunia dengan dukungan sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing global; dan Indonesia yang ramah lingkungan dalam pengelolaan negara,” tukasnya.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar








