KEADILAN – Seluruh wilayah di Indonesia memiliki hak yang sama atas pembangunan dan kesejahteraan. Lokasi geografis tidak bisa dijadikan penghalang untuk tidak membangun.
Hal tersebut diutarakan Mahfud dalam dialog publik bersama relawan yang mengatasnamakan diaspora NTT di rumah aspirasi relawan Ganjar Pranowo, Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2023).
“Setiap wilayah termasuk NTT memiliki hak yang sama atas pembangunan, kesejahteraan dan kemajuan. Perbedaan lokasi geografis, perbedaan suku dan budaya tidak boleh melahirkan perbedaan akses terhadap pembangunan dan kesejahteraan,” tegas Mahfud.
Namun kata Mahfud harus diakui kondisi saat ini belum mencerminkan kesetaraan dan pemerataan antar wilayah. Hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi 80% disumbang oleh wilayah barat Indonesia.
“Sedangkan dari wilayah timur pertumbuhan ekonomi itu hanya disumbang 20% perekonomian dari keseluruhan 100% itu masih berpusat di Jawa yang menyumbang 57% dari perekonomian nasional,” tambanya.
Menurut Mahfud, ketimpangan tersebut yang mengakibatkan beberapa wilayah masih ada kondisi di bawah rata-rata nasional. Salah satunya adalah provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Ini ke depan tentu harus diubah karena setiap wilayah Indonesia adalah bagian dari bangsa dan negara Indonesia yang harus diperlakukan sama setiap daerah. Apalagi Provinsi NTT itu memiliki potensi besar baik dari sisi keindahan dan kekayaan alam maupun dari kesehatan budayanya,” tegasnya.
“Provinsi NTT saat ini secara geopolitik juga menempati posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara lain yang tentu mengembang peran di bidang pertahanan, keamanan, ekonomi dan diplomasi,” tambahnya.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Mahfud MD Sindir Paslon Tak Ikut Aturan Kampanye Pilpres







