Oleh: Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, MA
Allahu Akbar (9x) walillahilhamd
الله أكبر الله أكبر الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَه، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ.الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرُ الصِّيَامِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِلصَّائِمِيْنَ وَفَرْحَةً لِلْمُتَّقِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْن، اللهم فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلهِ وَأَصْحَابِ الْكِرَامِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ:فَيَاعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن
Jamaah sholat Idhul Fitri rahimakumullah
Marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT semata. Allah telah melimpahkan kepada kita sedemikian banyak ni’mat. Jauh lebih banyak ni’mat yang telah kita terima dibandingkan kesadaran dan kesanggupan kita untuk bersyukur. Semua ujian dan musibah harus mampu kita pandang sebagai hikmah cara Allah membuat kita lebih baik bukan hanya untuk urusan dunia, tapi juga urusan akhirat.
Shalawat dan salam kita hadiahkan kepada Rasulullah SAW, Semoga kita tetap istiqomah menjadikan Rasulullah sebagai Uswatun hasanah.
Hari ini takbir pengangungan Allah berkumandang di seluruh dunia, di seluruh pelosok tanah dimana muslim berada semuanya mengagungkan Allah, satu milyar seperempat muslim di dunia ini, semuanya mengumandangkan takbir bersyukur kepada Allah.
Sebagaimana takbir berkumandang di masjid-masjid megah, di istana-istana para raja dan pejabat, di gedung-gedung bertingkat seperti tempat sholat kita ini, takbir juga berkumandang dari surau-surau kecil, dalam ketakutan dan ke khawatiran yang tinggi di tengah-tengah musibah ini, takbir akan terus bergema mengagungkan Allah SWT.
Allahu Akbar 3X Waillahilhamd…Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Saudara-saudaraku sekalian, kita harus benar-benar menguatkan keimanan kita kepada Allah. Kita harus berhasil memahami ada kehendak Allah atas musibah yang Allah berikan ini. Kita akan memperoleh kemenangan jika kita tetap terus berprasangka baik kepada Allah. Layaknya kemenangan Rasulullah atas kesabarannya terhadap semua tantangan dalam mendakwahkan keimanan kepada Allah SWT.
Bahwa musibah dan bencana memang beragam jenis dan bentuknya. Ada yang menimpa jiwa seseorang, ada yang menimpa tubuhnya, ada yang menimpa hartanya, ada yang menimpa keluarganya, dan ada yang menimpa sisi lainnya.
Berbagain ujian itu, Allah menyebutkan di dalam ayat-Nya:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ
Artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2] : 155).
Ayat ini adalah pemberitaan dari Allah kepada orang-orang beriman, bahwa Allah akan menguji mereka dengan perkara-perkara supaya nyata diketahui orang-orang yang sabar.
Orang beriman tentu akan bersabar tatkala ditimpa musibah, yakni tetap dalam taat kepada Alah, semakin mendekat kepada Allah, beristighfar dan bertaubat, serta tidak melakukan perbuatan maksiat, tidak melanggar syari’at Allah, tidak mengambil hak milik orang lain dan sebagainya.
Maka, sikap terbaik bagi kaum Mukminin tatkala mendapatkan musibah adalah apa yang disebutkan pada ayat berikutnya:
الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
Artinya : “(orang-orang yang sabar yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ (Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kami kepada-Nya kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah [2] : 155-157).
Inilah yang disebut dengan ucapan Istirja’ yaitu ucapan:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُوْنَ
Artinya : “Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali.”
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Selanjutnya, berkaitan dengan musibah, sebagian orang menyangka bahwa bila dirinya tertimpa penyakit misalnya, rumahnya kebakaran, hartanya kecurian, atau semisalnya adalah karena dirinya sedang dimurkai Allah.
Padahal justru terkadang kita diuji dengan berbagai musibah dan bencana karena Allah sedang menyiapkan kita ke tempat yang mulia di sisi-Nya. Atau justru Allah bermaksud menerima kembali kita sebagai hamba-Nya, jika dengan musibah itu kita beristighfar, bertaubat, dan mengakui segala kesalahan kita, dan mengakui segala kemahabesaran Allah.
Sebaliknya, terkadang seorang diuji dengan kesenangan, seperti harta yang banyak, istri, anak-anak, dan lainnya. Namun bukan karena kemuliaannya, jika tidak menjadikannya untuk tha’at kepada Allah.
Karenanya, kita mesti yakin kepada ketentuan dan kekuasaan Allah, bahwa apa yang ditakdirkan Allah terjadi niscaya akan menimpanya, tidak meleset sedikit pun. Sedangkan apa yang tidak ditakdirkan oleh-Nya pasti tidak akan menimpanya.
Seperti Allah menyebutkan di dalam ayat:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ. لِكَيْ لاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ
Artinya : “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid [57]: 22-23).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam haditsnya bersabda:
مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ
Artinya : “Senantiasa cobaan menimpa seorang mukmin dan mukminah pada tubuhnya, harta dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak memiliki dosa.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).
Adapun hikmah bagi yang lainnya, adalah menumbuhkan jiwa sosial, kasih sayang, dan solidaritas untuk membantu mereka yang terkena musibah. Bahwa sesungguhnya manusia asalnya satu dan bersaudara. Termasuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan bencana dengan dukungan doa, moral, material, dan apa yang kita bisa.
Karena itulah, saudara-saudara yang Allah muliakan
Marilah kita jangan terlalu bersedih, berduka, atau nestapa berkepanjangan tiada tara. Yakinkan diri dan mantapkan hati bahwa semua atas kehendak-Nya.
Menunjukkan betapa dha’ifnya diri ini dan betapa mahakuasanya Ilahi Robbi.
Tetaplah kita bersemangat dan tumbuhkan kekuatan untuk bertaubat, tinggalkan segala maksiat, dan semoga semuanya itu membawa ridha, hikmah dan manfaat.
Segera kita memohon ampun kepada Allah dan beramal shalih. Seperti firman-Nya:
وَسَارِعُوْا اِلىَ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجنَّةٍ عَرْضُهَا السَّموتُ وَالاَرْضُ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: “Bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu dan bersegeralah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Ali Imran [3]: 133).
Kesimpulan
- Sabar kunci menggapai hikmah ujian dan musibah
- Ramadhan dan Taqwa, syukur, cerdas
- Qul in kuntum tuhibbunallah…
- Idul futhur, fithri dan faathir
- Ikhtiyar tawakkal
- Teori anak minta coklat (berharap dan meminta kepada Allah)
- Tipologi doa
- Fungsi doa ada kehidupan
- Berbaik sangka pada takdir
- Bekerja maksimal dan kuat-Allah kasi hadiahnya
Akhirnya, marilah kita berdo’a – bermunajad kepada- Nya. Dia Allah yang telah menciptakan kita semua, Dia Allah tempat kita memohon ampunan, dan Dilah Allah tempat kita akan kembali nanti.
Yaa Allah, bukalah pintu tobat bagi kami agar kami senantiasa memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan kami, jika seandainya pantas bagi kami maka panjangkanlah usia kami, hingga kami dapat bertemu dengan bulan Ramadhan-Mu yang penuh rahmat, berkah dan ampunan-Mu.
Yaa Allah, sucikanlah hati untuk melepas kepergian bulan suci, walau sungguh banyak amalan kami yang masih kotor, bahkan menjijikkan – izinkanlah kami menyambut datangnya bulan kemenangan, walau kami sebenarnya tak pastas bersamanya karena kegagalan yang kami sengajakan untuk meraihnya.11
Ya Allah Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Sertakan kami bersama orang-orang yang berbuat baik, dan masukkanlah kami kedalam golongan orang-orang yang “mukhlishina lahuddin“, yaitu orang-orang yang senantiasa mengikhlaskan ketaatan hanya kepada-Mu. Jadikanlah kami semua orang-orang yang bertaqwa.
Ya Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, perbaikilah di antara mereka, lembutkanlah hati mereka dan jadikanlah hati mereka keimanan dan hikmah, kokohkanlah mereka atas agama Rasul-Mu SAW, berikanlah mereka agar mampu menunaikan janji yang telah Engkau buat dengan mereka, menangkan mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Ilah yang hak jadikanlah kami termasuk dari mereka.
اللَّهُمَّأَصْلِحْلَنادِيْنَنَاالَّذِيهُوَعِصْمَةُأَمْرِناوَأَصْلِحْلنادُنْيَاناالَّتِيفِيهَامَعَاشُنَاوَأَصْلِحْلناآخِرَتناالَّتِيفِيهَامَعَادُناوَاجْعَلِالْحَيَاةَزِيَادَةًلنافِيآُلِّخَيْرٍوَاجْعَلِالْمَوْتَرَاحَةًلنامِنْآُلِّشَرٍّ
Ya Allah, perbaikilah sikap keagamaan kami sebab agama adalah benteng urusan kami, perbaikilah dunia kami sebagai tempat penghidupan kami, perbaikilah akhirat kami sebagai tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan kami di dunia sebagai tambahan bagi setiap kebaikan. Jadikanlah kematian kami sebagai tempat istirahat bagi kami dari setiap keburukan.
اللّهمَّحَبِّبْإلَيْنَاالإيمَانَوَزَيِّنْهُفِيقُلُوْبِنَاوَآَرِّهْإلَيْنَاالْكُفْرَوَالْفُسُوْقَوَالْعِصْيَانَوَاجْعَلْنَامِنَالرَّاشِدِيْنَ
Ya Allah, jadikanlah kami mencintai keimanan dan hiasilah keimanan tersebut dalam hati kami. Dan jadikanlah kami membenci kekufuruan, kefasikan dan kemaksiatan dan jadikanlah kami termasuk orang yang mendapat petunjuk.
اللهمَّارْزُقْنَاالصَّبْرَعَلىالحَقِّوَالثَّبَاتَعلىالأَمْرِوالعَاقِبَةَالحَسَنَةَوالعَافِيَةَمِنْآُلِّبَلِيَّةٍ
والسَّلاَمَةَمِنْآلِّإِثْمٍوالغَنِيْمَةَمِنْآلبِرٍّوالفَوْزَبِالجَنَّةِوالنَّجَاةَمِنَالنَّارِيَاأَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ
Ya Allah, berilah kesabaran kepada kami atas kebenaran, keteguhan dalam menjalankan perintah, akhir kesudahan yang baik dan ‘afiyah dari setiap musibah, bebas dari segala dosa, keuntungan dari setiap kebaikan, keberhasilah dengan surga dan selamat dari api neraka, wahai dzat yang Maha Pengasih.
Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (Al Ahqaf : 15)
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”. (Ibrahim : 41)
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Furqan : 74)
Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, (Thaaha : 25-29)
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
Ya Allah , Ya Rahman, Ya Rahim
Segala puji bagi-Mu ya Allah, Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan, Engkaulah yang mengadakan dan meniadakan, dalam genggaman-Mu hidup dan mati Kami. Ya Allah yang maha mulia izinkan kami yang hina dina ini bermunajat bersimpuh di hadapan-Mu, membawa dosa dan kekhilafan. Ya Allah Engkau yang yang maha perkasa izin kami hamba-Mu yang lemah ini mengadu dan bermohon kepada-Mu.
Ya Allah terimalah amal ibadah dan do’a kami, catatlah kami sebagai orang yang menjadi saksi akan kebesaran-Mu ya Allah.
Barakallahu li walakum fil qurani karim wanafaani waiyyakum bima fiihi minal ayati wadzikril hakim wataqabbala minni waminkum tilawatahu innahu huwal ghafurur rahim
Khutbah ke II
الله اكبر7 الله اكبر كبيرا والح دلله كثيرا و سبحن الله بكرة و اصيلا لااله الاالله والله اكبر ,الله اكبر ولله الحمد. الحمد لله الذي جعل هذا اليوم عيدا للمسلمين ووعد فيه الغفران والعتق من النار. اشهد ان لا اله الاالله وحده واشهد ان محمدا عبده ورسوله من لا نبي بعده. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين أما بعد. فيا ايهاالناس اتقواالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون. ان الله ملائكته يصلون على النبي يا ايهاالذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى ال محمد كما صليت و سلمت على ال ابرهيم فى العالمين انك حميد مجيد.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِىالآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
Ibadallah innalaha ya’murukum bil adli wal ihsan waitaa idzil qurba wayanhaa anil fakhsyaai walmunkar
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Walhamdulillahirabbil ‘alamin.
Allahu Akbar3X wa lillahilhamd.
Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb
Usai sholat Idul Fitri dan memberikan khutbah kepada jemaah Masjid Agung Medan, Ustadz Dr. `H. Muhammad Syukri Albani Nasution. MA, yang juga Sekretaris Umum MUI Kota Medan juga memberi tanggapan terkait wabah Covid-19 yang tengah melanda dunia ini. Khususnya bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut.
Berikut wawancara singkat Eddy H Tambunan dari KEADILAN dengan Ustadz Syukri;
Apa saran dan imbauan Ustadz agar mata rantai penyebar virus corona bisa di putus atau diminimalisir?
Assalamualaikum wwb, Yang pertama berkaitan dengan ihktiar memutus mata rantai penyebaran virus ini,atau meminimalisirlah paling tidak.
Yang pertama, kita tetap harus mengikuti anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan dan yang paling terpenting adalah social distensing yang sedang menjadi imbauan pemerintah secara kolektif.
Saya kira, masyarakat tidak boleh tidak mau tahu, masyarakat harus peduli terhadap usaha yang kuat dari pemerintah.
Yang kedua, memang mau tidak mau harus ada usaha secara mandiri, yaitu melakukan penguatan terhadap imunitas tubuh, jaga kesehatan, jaga vitamin supaya keseimbangan tubuh itu sama.
Sehingga akhirnya imunitas itu tetap terjaga. Karena hanya orang-orang yang mempunyai imun yang rendah yang berpeluang untuk terserang.
Yang ketiga, kita semua harus mampu selekif mengenal apa kita sedang sakit atau tidak? Kalau sedang sakit, lebih bagus menghindari aktifitas yang berlebih.
Dengan adanya wabah Covid-19 ini, Bagaimana menurut pengamatan Ustadz kondisi masyarakat Sumut secara umum, tentang keamanan, ekonomi, dan sosial?
Kondisi masyarakat secara umum, terutama tentang ekonomi dan sosial di Sumatera Utara ini, menurut saya, masih cukup baik walaupun sudah mulai memprihatinkan bagi saudara-saudara kita masyarakat menengah ke bawah. Khususnya masyarakat bawah,
Karena memang, ada usaha secara mandiri,yang ketika terjadi covid ini justru mereka sangat berdampak.
Walaupun kita ingin sebut secara ekonomi, pengusaha-pengusaha juga sangat berdampak dalam hal ini.
Jadi Saya kira, pemerintah pentinglah melihat penanganan Covid-19 ini, dari prespektif sosial dan ekonomi.
Sehingga jangan sampai kita ingin meminimalisir gejala penyakit Covid-19, tapi masyarakat justru terjangkit penyakit lain (penyakit stres, penyakit depresi, dan lainnya) jadi mudah- mudahan ini bisa menjadi penilaian atau telaah pemerintah untuk penanganan penyakit covid 19 ini.













