Keindahan Sungai Sumida, Shin-Obashi, dan Kopi Jepang Rasa Australia

Jepang Punya Cerita

KEADILAN – Tokyo adalah kota dengan ribuan jembatan. Shin-Ohashi, salah satunya. Shin-Ohasi merupakan jembatan yang melintasi Sungai Sumida. Sepintas jembatan yang kokoh in tampak biasa saja sebagaimana layaknya bangunan jembatan yang ada di kota modern di seluruh dunia.

Jembatan Shin-Ohashi dengan pilar-pilarnya yang berwarna kuning mencolok, terkenal karena sejarahnya. Terletak di Nihonbashi Hamacho, Chuo City, Tokyo, jembatan ini merupakan salah satu ikon dalam sejarah seni Jepang.

Keindahan Sungai Sumida, Shin-Obashi, dan Kopi Jepang Rasa Australia 2
Kafe Single O Hamacho. (Foto. Kemala Dewi)

Sejak dibangun tahun 1693 di zaman Edo, jembatan yang awalnya terbuat dari kayu mengalami pembangunan ulang sampai puluhan kali akibat serangan badai, banjir, kebakaran, dan gempa bumi. Matsue Basho, seorang penyair terkenal Jepang di masa awal pembangunannya, mencatat perkembangan pembangunan jembatan tersebut dan menuangkannya dalam bentuk puisi.

Jembatan kayu Shin-Ohashi mulai mendunia ketika seniman Utagawa Hiroshige menuangkan keindahan jembatan dengan melukisnya pada cetak seni blok kayu di tahun 1856. Hasil cetak seni blok kayu yang berjudul “Hujan tiba-tiba di atas Jembatan Shin-Ohashi dan Atake” jadi tenar dan dianggap sebagai mahakarya oleh orang Eropa.

Ribuan lukisan hasil cetakannya dijual ke Eropa dan jadi inspirasi banyak seniman di sana. Pelukis Belanda Vincent Van Gogh yang mengoleksi karya seni Hiroshige pun sampai membuat lukisan Jembatan Shin-Ohashi menurut versinya sendiri.

Keindahan Sungai Sumida, Shin-Obashi, dan Kopi Jepang Rasa Australia 3
Free Pour Coffe on Tap. (Foto. Kemala Dewi)

Kini bangunan jembatan kayu dengan manusia manusia kuno jaman kejayaan para shogun sudah tidak ada. Tergantikan jembatan berpilar kuning yang diresmikan tahun 1977.

Pagi itu, saat keadilan.id berkunjung, Mei 2026, Sungai Sumida menjelang akhir musim semi menyuguhkan cuaca hangat berselimutkan mentari pagi. Air yang bersih kebiruan dengan latar belakang bangunan modern dan pepohonan hijau membuat jalan kaki menyusuri daerah sekitar sungai jadi tidak melelahkan.

Bagi yang tidak terbiasa jalan kaki, sebaiknya latihan jalan jauh terlebih dahulu sebelum berkunjung ke Jepang karena biaya taksi di sini beberapa kali lipat biaya taksi on line di tanah air. Angkutan umum seperti kereta dan bis kota menjadi pilihan utama supaya bisa jajan dan belanja lebih banyak.

Jangan lupa pakai sepatu yang nyaman. Jalan-jalan singkat di Tokyo bisa mencapai minimal 10.000 langkah sehari dan lebih dari 20.000 langkah untuk menjelajah dan melihat Tokyo yang luasnya sekitar 3 kali lipat luas Jakarta, tergantung kemampuan dan kemauan masing-masing individu. Dengan berjalan kaki dan pakai angkutan umum seperti kereta dan bis kota, ada banyak hal menarik yang dapat ditemui yang tidak tercatat pada buku panduan perjalanan.

Walaupun bukan daerah tujuan wisata utama, Nihonbashi Hamacho merupakan daerah di mana area komersial berpadu dengan perumahan penduduk. Jauh lebih tenang dibandingkan pusat kota Tokyo. Ada banyak bangunan bersejarah mulai dari kuil, istana, taman dan tempat makan enak khas Jepang.

Single O Hamacho, tempat minum kopi dengan suasana dan konsep berbeda dapat dijumpai dengan berjalan kaki dari jembatan Shin-Ohashi. Tersedia pilihan menu campuran Jepang dan Australia yang selalu berganti mengikuti musim yang sedang berlangsung.

Keindahan Sungai Sumida, Shin-Obashi, dan Kopi Jepang Rasa Australia 4

Keunikan kafe mungil yang desain ruangnya didominasi kayu adalah free pour coffee on tap. Alat ini serupa dengan alat atau tap yang biasanya digunakan untuk bir. Dengan alat ini pengunjung dapat mengisi sendiri cangkir mereka melalui mesin tap. Tersedia enam tap dengan pilihan rasa dari biji kopi yang berbeda, berganti ganti sesuai ketersediaan atau musim.

Bingung memilih? Serahkan saja pilihannya kepada barista yang akan melayani dengan senang hati.

Sesungguhnya Kafe Single O Hamacho bukan asli perusahaan Jepang tetapi berasal dari perusahaan Australia Single O yang berdomisili di Sydney. Mulai populer di Jepang sejak dibuka tahun 2021. Rasa dan kualitas kopi serta cake pisangnya yang terkenal tidak dapat ditandingi oleh kopi dan cake pisang yang dijajakan dalam mesin penjual otomatis (vending machine) yang umum terdapat di Jepang.

Tentu saja, harga untuk bisa menghirup hangatnya kopi sambil duduk nyaman menikmati suasana sekitar Sungai Sumida sedikit lebih tinggi dari harga kopi yang ditawarkan vending machine yang bertebaran di seantero Tokyo.****

BACA JUGA: ‘Hachiko’ Anjing Setia Primadona Shibuya-Tokyo