KEADILAN – Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) bertempat di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2023). Rapimnas digelar menjelang Pemilu 2024 bertema ”Mengawal Kepemimpinan Nasional Menyongsong Indonesia Emas 2045″.
Rapimnas KBPP Polri dibuka oleh Wakapolri Komjen Agus Adrianto mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berhalangan hadir. Ketua DPR RI Puan Maharani ikut hadir dalam pembukaan Rapimnas tersebut.
Ketua Umum KBPP Polri Dr Evita Nursanty mengatakan, KBPP Polri ingin berkontribusi aktif dalam suksesnya pelaksaan Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, termasuk tercapainya Visi Indonesia Emas 2045.
“Kami sangat berkepentingan untuk secara intensif ikut mengawal Pilpres dan Pileg terlaksana dengan sukses sebagai bagian penting dari kehidupan berdemokrasi di Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” kata Evita.
Pemilu 2024 dan Visi Indonesia Emas 2045 lanjut Evita sangat berhubungan. Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dibutuhkan stabilitas dan keberlanjutan atau kesinambungan kepemimpinan yang dipilih melalui Pemilu 2024 tahun depan.
Pada pemerintahan yang dibentuk setelah Pemilu 2024 akan terjadi apa yang disebut sebagai puncak bonus demografi. Langkah ini sangat menentukan apakah Indonesia bisa benar-benar keluar dari jebakan middle income trap atau jebakan kelas menengah atau tidak. Jika gagal maka visi 2045 itu juga akan gagal sehingga akan selamanya terperangkap di middle income. “KBPP Polri tidak menghendaki hal itu terjadi,” ujar Evita.
Selain itu dibutuhkan juga sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dengan dukungan penguasaan teknologi yang kuat. Bagian ini bersesuaian dengan 4 Pilar KBPP POLRI dimana dua dari 4 pilar yaitu, Pilar SDM dan Pilar Teknologi menjadi sangat menentukan bagi pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Evita, KBPP Polri juga akan fokus pada upaya konsolidasi organisasi di seluruh Indonesia untuk menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia.
“Kami akan lebih fokus untuk menjalankan program kerja dengan pencapaian-pencapaian kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Bagaimana demokrasi melahirkan kepemimpinan nasional sebagaimana harapan seluruh rakyat Indonesia,” tutur Evita.
Dikatakan, konsolidasi dan penataan organisasi harus dilakukan hingga daerah dan resor menjadi kunci penting. Langkah ini mewujudkan KBPP Polri sebagai organisasi yang solid, kuat, modern, mandiri dan berwibawa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam konteks demokrasi Pancasila.
KBPP Polri memiliki empat pilar, yaitu Pilar Pemanfaatan Teknologi, Pilar Peningkatan SDM, Pilar Penataan Organisasi dan Pilar Penataan Hubungan Internal dan Eksternal. Visinya adalah menjadi organisasi yang solid, kuat, modern, mandiri dan berwibawa dalam mendukung transformasi Polri yang Presisi Menuju Indonesia Maju.
Reporter: Penerus Bonar













