KEADILAN – Berdasarkan informasi dari Manokwari, Papua, yang dihimpun oleh Koalisi Masyarakat untuk Reformasi Sektor Keamanan, telah terjadi penembakan terhadap Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH), Yan Christian Warinussy. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (17/7/2024) sekira Pukul 16.00 WIT.
Kejadian bermula ketika Yan keluar dari Bank Mandiri. Tiba-tiba ada tembakan oleh orang tak dikenal. Pelaku mengendarai mobil Avanza hitam dan berhasil melarikan diri. Tembakan itu mengenai dada Yan. Saat ini, ia tengah mendapat penanganan medis di RSUD Manokwari.
Ketua YLBHI Muhammad Isnur, mewakili kelompok Koalisi Masyarakat untuk Reformasi Sektor Keamanan, menilai kejadian itu adalah serangan serius terhadap pembela HAM.
“Kejadian ini tidak dapat dipisahkan dari absennya negara melindungi Pembela HAM di Indonesia. Serangan kepada mereka yang berusaha melindungi hak-hak mereka sendiri atau orang lain seperti ini terjadi secara berulang,” kata Isnur, dalam keterangan tertulis diterima Keadilan.id, Jumat (19/7/2024).
Dari data yang dihimpun oleh Amnesty International Indonesia (AII) pada 2023, serangan terhadap Pembela HAM di Papua merupakan terbanyak, yakni 103 orang.
Berdasarkan catatan Aliansi Demokrasi untuk Papua (AIDP), setidaknya ada empat kasus serangan terhadap Pembela HAM. Meliputi serangan fisik dan non fisik terhadap Anum Siregar, (Alm) Yuliana Yabandabra, Victor Mambor, dan Theo Hesegem.
Isnur mengklaim, serangan-serangan itu tak pernah diungkap secara serius oleh kepolisian. “Bahkan tak jarang terdapat beberapa laporan serangan Pembela HAM yang dihentikan penyidikannya,” tambahnya.
Maka itu, pihaknya mendesak Kapolri memberikan atensi serius dengan memerintahkan Kapolda Papua Barat dan jajarannya mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan.
Ia juga menilai pentingnya Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan tersendiri terhadap serangan itu yang selama ini terjadi di Papua secara sistematis, berulang, dan meluas. Juga dilakukan dengan pola yang sama.
”Kami juga mendesak Komnas HAM membentuk Tim Pencari Fakta yang bekerja secara independen dan transparan guna menyelidiki semua serangan Pembela HAM di Papua,” tegasnya.
Reporter: Ceppy Febrinika Bachtiar
Editor: Syamsul Mahmuddin







