KEADILAN – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) makin menguat. Presiden Joko Widodo meminta sekolah-sekolah untuk menggelar PTM secara terbatas jika guru dan siswa sudah menerima vaksin Covid-19. Namun PTM hanya berlaku untuk sekolah yang berada di level PPKM level 3 dan 2. Sedangkan PPKM level 4 tetap daring.
“Nanti semuanya setelah divaksin, langsung bisa pembelajaran tatap muka asal sudah tidak berada di level 4,” kata Jokowi saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Sukoharjo, Jawa Tengah, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/9).
Jokowi memerintahkan seluruh kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi Covid-19. Ia berkata upaya itu bisa melindungi para pelajar dari Covid-19 selama mengikuti PTM terbatas.
Presiden juga mengecek ketersediaan vaksin Covid-19 di beberapa daerah. Ia berpesan agar kepala daerah tidak menahan stok vaksin yang dikirim pemerintah pusat.
“Habis minta lagi ke Menkes [Budi Gunadi Ssadikin]. Kalau Menkes enggak kirim-kirim, telepon ke saya. Kalau sudah divaksin, segerakan pembelajaran tatap muka, terutama yang SMA, SMK, SMP,” ucap Jokowi.
Sebelumnya, pemerintah mendorong seluruh sekolah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Imbauan itu semakin gencar setelah data penularan Covid-19 menunjukkan pelandaian.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengaku risau pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat membuat pelajar mengalami ketertinggalan pembelajaran atau learning loss. Ia pun menyebut vaksinasi bukan syarat PTM.
“Dampak terlalu lama PJJ ini lumayan membahayakan kalau kita lanjutkan lebih lama lagi. Saya sangat cemas dengan dampak permanen daripada PJJ,” ujarnya, Jumat (3/9).
Syamsul Mahmuddin














