KEADILAN – Peneliti Senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dr Firman Noor menyebutkan, selama lima sampai 10 tahun terakhir kondisi demokrasi Indonesia memprihatinkan. Namun demikian ada juga kabar baiknya, manajemen partai mulai membaik. Bahkan Parpol PDIP manajemennya berstandar ISO.
Hal itu ia ungkapkan saat pidato peluncuran Indeks Pelembagaan Partai Politik di Gedung BRIN, Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Firman menjelaskan, Indonesia telah mengalami transisi demokrasi yang berkepanjangan, namun fenomena demokrasi saat ini merupakan pembalikan semangat demokrasi.
Firman menambahkan, sejumlah ilmuwan politik bahkan pemerhati demokrasi baik dalam negeri maupun luar negeri mempertanyakan kualitas demokrasi.
“Terakhir saya cek salah satu pemerhati demokrasi dari Economist Intelligence Unit masih menempatkan kita sebagai demokrasi dengan kualitas floud demokrasi atau demokrasi yang cacat skornya 6,5. Sempat 6,71 tapi turun lagi,” ucap Firman.
Meski demikian, ia optimis atas kondisi perkembangan partai politik (Parpol) saat ini. Tercatat dalam penelitian BRIN yang dilakukan sepanjang 2020-2024, rata-rata parpol mendapatkan skor 93,05 persen parpol sehingga masuk kategori sudah mandiri.
“Saya cukup optimis bahwa pelembagaan partai politik akan getting batter dan mudah-mudahan berimplikasi situasi demokrasi kita,” tuturnya.
Menurutnya, banyak tokoh-tokoh muda parpol yang konsen terhadap pembenahan di internal partai termasuk pelembagaan yang telah menampakkan hasil.
“Misalnya, PDIP mendapatkan penghargaan ISO terkait dengan management partainya dan juga ada beberapa partai di level elit bahkan Sekjen berkomitmen ingin memperbaiki pelembagaan partainya,” terangnya.
Firman mengakui, meskipun pelembagaan parpol belum tentu menghidupkan demokrasi Indonesia. Namun, setidaknya dengan adanya pelembagaan partai, ada dasar penting bagi sebuah negara untuk naik kelas di dalam mengelola kehidupan politiknya.
“Akan semakin kacau apabila kualitas kelembagaan partai politik Indonesia seperti awal reformasi,” ujarnya.
Bagi Firman, Parpol adalah aset bangsa yang sangat luar biasa. Dia melakukan penelitian parpol sejak tahun 2000 di Padang, Sumatera Barat.
“Saya sudah blusukan meneliti Parpol setelah dua tahun peristiwa reformasi, waktu itu saya meneliti PAN,” pungkasnya.
BACA JUGA: BRIN Ajak Parpol Perkuat Demokrasi, Ini Alasannya














