KEADILAN – Kepala Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Athiqah Nur Alami menilai, peran partai politik (parpoll sangat penting memperkuat demokrasi dan menjaga reformasi di Indonesia. Salah satunya memperkuat independensi politik parpol.
Sebab, kata Athiqoh, banyak persoalan yang dihadapi oleh sejumlah partai politik (parpol), seperti menguatnya kartel politik atau elitisme, oligarki, serta dinasti politik.
Persoalan-persoalan tersebut, lanjutnya, terlihat sudah mengakar sebagian besar parpol di Indonesia. Akibatnya, parpol tidak independen sepenuhnya baik dalam hal pengambilan keputusan maupun dalam hal pendanaan. “Mudah-mudahan nanti kita bersama-sama akan memperbaiki itu,” ujar Athiqoh saat membuka acara peluncuran Indeks Pelembagaan Partai Politik di Gedung BRIN Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Selain permasalahan independensi partai politik, Athiqah juga menyoroti ketiadaan karakter ideologis partai politik yang kuat. Menurutnya, ideologi parpol di Indonesia cenderung mudah bergeser tergantung atas kepentingan mereka.
“Hal yang tidak kalah penting adalah belum berjalannya proses demokrasi internal di partai politik,” tuturnya.
“Tidak berjalannya proses demokrasi internal di partai politik merupakan paradoks apabila disandingkan dengan tugas partai politik sebagai tonggak demokrasi di Indonesia,” imbuhnya.
Untuk itu, kata Athiqoh, mengajak seluruh parpol untuk bersama-sama memperkuat demokrasi di Indonesia, sehingga partai politik dapat menjadi lebih independen.
Selain itu, penting bagi BRIN untuk membedah proses demokrasi internal partai politik dalam mengukur indikator pelembagaan. Menurutnya, pengukuran tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana partai politik sudah melembaga.
“Tidak hanya dalam upaya menciptakan partai politik yang modern, tetapi juga bagaimana partai politik berkontribusi dan bisa memainkan perannya dalam memperkuat demokrasi di Indonesia,” kata Athiqah.
BRIN meluncurkan Indeks Pelembagaan Partai Politik. Indeks tersebut merupakan alat ukur ilmiah yang digunakan untuk mengukur parameter ilmiah dalam rangka membangun partai politik modern di Indonesia berdasarkan dimensi derajat kesisteman, dimensi infusi nilai, dan dimensi kemandirian partai.
“Kami harapkan (Indeks Pelembagaan Partai Politik) dapat menjadi parameter ilmiah. Ini parameter pertama dalam upaya pembangun partai politik modern di Indonesia,” pungkasnya.
BACA JUGA: Demi Martabat MA, Semua Oknum Hakim Agung Penerima Suap dari ZR Harus Dikejar








