Hadirnya Elon Musk-Starlink di RI, Ketum Asparnas: Market Indonesia Besar, Sama-sama Butuh

KEADILAN – Ajang World Water Forum (WWF) ke-10 memiliki dampak bagi sektor pariwisata RI. Sebagai salah satu event terbesar dan paling bergengsi di bidangnya, WWF diharapkan membawa dampak signifikan bagi pariwisata Indonesia.

Mulai dari peningkatan jumlah wisatawan, pendapatan ekonomi lokal, promosi global untuk destinasi wisata Indonesia, pengembangan infrastruktur pariwisata, hingga peningkatan kesadaran lingkungan.

CEO SpaceX dan Tesla Inc, Elon Musk, ikut meramaikan WWF saat kunjungannya ke Bali, Minggu (19/5/2024) lalu. Di sana, Musk meresmikan peluncuran layanan internet berbasis satelit bernama Starlink di Puskesmas di Denpasar, Bali yang resmi beroperasi di Indonesia.

Harapannya, kehadiran Starlink untuk pemerataan layanan internet di Indonesia dan mengurangi kebutaan internet hingga daerah terpencil di Indonesia. Termasuk memperkuat sektor pariwisata di daerah.

“Kita punya market besar. Jaringan internet kita nggak terlalu bagus saat ini. Adanya Starlink sangat membantu. Bukan hanya untuk pariwisata tapi di daerah-daerah terpencil, kepulauan, kapal-kapal, dan lainnya,” jelas Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas), Ngadiman Sudiaman, Rabu (22/5/2024).

Menparekraf Sandiaga S. Uno, menilai kunjungan Musk menambah minat masyarakat dunia untuk melirik Indonesia, khususnya Bali. Sebelumnya, Ngadiman mengaku telah menjajal Starlink. “Beberapa teman sudah pakai. Sudah dijalankan dan bagus. Harga nggak terlalu mahal. Dengan paket itu, serta kecepatan tinggi dan koneksi bagus, ini sangat membantu. Khususnya di daerah terpencil, pulau, termasuk saat kapal berjalan,” tukasnya.

Jika dahulu, sambungnya, orang selalu berpikiran bahwa memakai satelit itu mahal. Namun, dengan Starlink, sangat membantu untuk Indonesia. “Tapi, buat Elon Musk, market kita juga besar. Kita negara kepulauan. Sebenarnya dia butuh kita, bukan cuma kita yang butuh dia,” katanya.

Namun, lanjutnya, Starlink belum punya homebase di Indonesia. “Yang kita beli, pastinya dari Singapura, atau negara terdekat seperti Thailand dan Singapura. Vietnam juga,” imbuhnya.

“Tapi, saya nggak tahu, apakah Starlink akan memberi distributor ke siapa untuk mendistribusikan barangnya. Karena saat kita beli, terkena bea cukai. Ada bea masuk dan macam-macam. Saya takut, kalau kebijakan tidak dibuat dengan baik dan dikenakan pajak tinggi dengan alasan untuk melindungi jaringan internet ke perusahaan di dalam negeri, itu bisa terjadi. Semoga jangan sampai membuat kebijakan yang sebenarnya alat itu membantu tapi dikenakan pajak terlalu tinggi, akhirnya mahal,” tambahnya.

Alhasil, kedatangan Musk ikut berdampak bagi sektor pariwisata. ”Saat tamu datang, membuat macet jalan. Artinya, kita happy. Okupansi hotel dan transportasi naik, sewa kendaraan habis, dan sebagainya. Itu menggerakkan sektor UKM. Ekonomi lokal hidup. Manfaatnya banyak, bagus dan positif untuk perkembangan pariwisata di Indonesia,” ujarnya.

Reporter: Ceppy Febrinika Bachtiar
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Terbitkan SE, Mendagri Imbau Kepala Daerah Wujudkan Pilkada 2024 Aman-Damai