Gawat, Pemko Medan Akui Tak Punya Data Valid Covid-19

KEADILAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengakui, hingga kini belum memiliki data yang valid tentang persebaran dan dampak dari wabah Covid-19.

“Terus terang, kami belum punya data valid tentang itu (persebaran dan dampak) Covid-19. Karena wabah ini kan baru, sehingga belum bisa dilakukan pendataan secara pasti,” kata Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane, Rabu (15/4).

Menurutnya, langkah yang sedang ditempuh saat ini dalam mengatasi wabah baru berdasarkan informasi kekinian yang sifatnya temporer. Namun begitu, sambung dia, Pemko Medan sedang membagikan 1000 ton beras kepada seluruh warga.

“Tadi malam, semua kecamatan sudah mendapat beras dan setiap hari itu akan kita bagikan. Jumlahnya 5 kilo gram (Kg) per KK. Tetapi yang dapat bantuan ini hanya warga yang terdampak saja dan diluar PKH,” katanya.

Namun, saat ditanya mengenai adanya intruksi dari Presiden RI Joko Widodo, agar menyelesaikan pendistribusian dana bansos minggu ini, Pemko Medan justru belum mengetahuinya. “Belum tau kami, Bansos yang mana itu? Dari kementerian atau ada dari yang lain?” ungkapnya.

Sementara itu, Kabaharkam Polri, Komjend Pol Agus Andrianto mengatakan, sesuai dengan instruksi Presiden semuan Bantuan Sosial (Bansos) kepada warga harus diselesaikan pendisntribusiannya dalam minggu ini juga.

“Instruksi Pak Presiden, semua Bansos itu harus sudah jalan dalam minggu ini. Namun, jika datanya tidak valid pasti akan terhambat,” pungkasnya.

Frans Marbun

Posting Terkait

Jangan Lewatkan