KEADILAN – Setelah dosen Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), kini giliran dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) menilai kinerja Walikota Medan masih mengecewakan.
“Delapan bulan menjabat sebagai Walikota Medan, Boby Nasution layak mendapat kartu kuning,”kata DR Bahrul Khair Amal saat diskusi bersama komunitas intelektual Medan di Cafe Kok tong, CBD Polonia, Medan, Rabu (29/9/2021).
Menurut dia, pemberian kartu kuning pada Boby Nasution tersebut dilakukan setelah dia dan timnya melakukan jajak pendapat dengan sejumlah tokoh dan masyarakat arus bawah tentang janji kampanye sebelum dilantik menjadi Walikota Medan.
“Sorotan utama saat ini adalah serapan anggaran dan sasarannya, ini sangat penting, mengapa? Sebab, kalau targetnya hanya untuk realisasi anggaran saja, itu mudah. Tetapi, dengan kondisi saat ini tepatkah penggunaan anggaran itu? Bagaimana dia memulainya dan darimana dia memulainya?” ujarnya.
Saat ini, sambung dia, kegiatan masyarakat sangat terbatas. Implikasinya adalah terbatasnya pendapatan masyarakat itu sendiri, sehingga tidak heran banyak arus bawah yang menganggur, frustasi dan lainya.
“Pendapatan dan pengeluaran tidak sebanding. Kebijakan dengan aturan berbanding terbalik, sehingga muncul istilah lain soal PPKM yang menurut akar rumput adalah Pelan Pelan kita Mati berbanding terbalik dengan pemerintah. Solusi untuk ini apa?,” ungkapnya.
Nah, masih kata dia, gambaran ini yang belum bisa dilihat dan dirasakan masyarakat dari Boby Nasution selama delapan bulan menjabat sebagai walikota medan.
“Masyarakat tidak lepas dari uang sekolah, uang listrik, air dan pengeluaran lain seperti sembako. Sedangkan solusi yang diberikan pemerintah masih jauh panggang dari api,” terangnya.
Ironisnya, tambah dia, mental aparatur dilingkungan SKPD dan ekspektasi FKPD saat ini berada pada status Quo atau jalan ditempat. Kemudian, parkirnya anggaran senilai Rp Rp1,8 triliun itu mengindikasikan bahwa Pemko Medan tidak memiliki ide untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Yang aku lihat, ada kebuntuan berfikir dan miskin ide, karena itu kita tidak akan mungkin bisa keluar dari siatuasi ini. Maka, istrilah Grass Roots soal PPKM itu sangat tepat. Hanya tinggal menunggu waktu saja,” kata dia.
Jadi, sambung Bahrul, pemberian kartu kuning pada Walikota Medan sudah sangat tepat. “Ya, kartu kuning buat Bobby Nasution,”tegasnya.
Frans Marbun.








