Berhadapan dengan Masyarakat, Disiplin Anggota Polri Perlu Ditingkatkan

KEADILAN – Merujuk tewasnya seratusan suporter Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, disiplin aparat kepolisian dalam menghadapi masyarakat perlu ditingkatkan.

Dorongan tersebut diutarakan anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid menanggapi penetapan tersangka terhadap aktor pecahnya tragedi Kanjuruhan, Malang.

“Polisi yang langsung berhadapan dengan masyarakat apalagi yang misalkan terkait penjagaan terhadap even-even kegiatan masyarakat, apakah sepak bola, demo, ini harus lebih terampil,” ujar Jazilul kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2022).

Peristiwa Kanjuruhan, kata Jazilul, bentuk ketidakdisiplinan bawahan terhadap atasan. Padahal, Kapolres Malang yang telah dicopot dari jabatan telah memerintahkan untuk tidak menembakkan gas air mata.

“Tapi kenapa anggota enggak tahu itu. Itu masalah. Artinya enggak disiplin dengan atasan. Akhirnya efeknya kepada institusi. Saya minta ada proses pendisiplinan di tubuh polisi terutama di level yang bertugas secara langsung mengamankan kegiatan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Jazilul, kasus yang melibatkan Polri selama ini yang tidak patuh terhadap atasan berimbas pada usaha Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mereformasi internal Polri.

“Pak Kapolri sudah membangun sedemikian rupa agar proses reformasi terjadi, ternyata ada peristiwa-peristiwa yang memang sungguh di luar akal. Peristiwa Pak Ferdy Sambo dan peristiwa 131 orang yang kehilangan nyawa enggak masuk akal. Tapi sampai hari ini belum ada yang mengatakan saya yang bertanggungjawab,” tukasnya.

Diketahui, Polri telah mengumumkan para tersangka dalam tragedi Kanjuruhan, Kamis (6/10/2022). Dalam kasus ini, polisi menetapkan enam tersangka.

Mereka disangkakan dengan Pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian atau luka berat, dan Pasal 103 ayat 1 juncto Pasal 52 Undang-undang No 11 Tahun 2022 tentang Olahraga.

Para tersangka; Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris, Security Officer Suko Sutrisno, Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarman, Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar