Beda Toilet Transparan Negeri Sakura dan Indonesia

Jepang Punya Cerita

KEADILAN – Toilet transparan yang mendunia karya arsitek Jepang Shigeru Ban, dirancang sebagai toilet umum berteknologi modern. Diciptakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin buang air di tempat umum dengan aman dan nyaman. Saat ini baru tersedia dua toilet transparan di Tokyo, Jepang.

Dinding toilet transparan di Negeri Sakura ini terbuat dari kaca tembus pandang yang otomatis berubah jadi opak begitu pintu dikunci dari dalam. Dirancang demikian agar orang yang ingin buang air dapat langsung melihat dari jauh apakah toilet kosong atau tidak. Dinding kaca tembus pandang juga memungkinkan pengguna melihat bersih tidaknya toilet tersebut sebelum memutuskan masuk atau tidak ke dalam toilet.

Di malam hari, toilet transparan yang dilengkapi pencahayaan khusus kelihatan indah bak lantera cantik menerangi taman Yoyogi Fukamachi Mini Park, Tokyo. Karya Shigeru Ban yang sama juga dapat dijumpai di Haru-no Ogawa Community Park, Tokyo. Masing-masing toilet transparan terdiri dari tiga bilik kaca. Satu untuk pria, satu untuk perempuan dan satu untuk difabel.

Kelebihan lain dari toilet umum ini adalah klosetnya yang modern seperti yang biasa dijumpai di mal besar atau hotel besar di Jepang. Ada pilihan posisi penyemprot untuk membilas bagian penting setelah buang air. Apakah ingin dibilas dari belakang atau tengah, cukup tekan tombol dan air akan menyemprot secara tepat sasaran. Bila perlu, dapat juga menekan tombol pengering. Ada juga beberapa tombol lainnya sesuai kebutuhan pengguna.

Toilet rancangan arsitek yang meraih beberapa penghargaan bergengsi seperti Pritzker Price di tahun 2014, menggunakan teknologi smart glass atau kaca pintar. Bila toilet kosong dan tidak terkunci, arus listrik membuat partikel di dalam kaca menyelaraskan diri sehingga kaca tampak bening dan tembus pandang. Begitu pintu dikunci dari dalam, aliran listrik terputus dan partikel dalam kaca menyebar secara acak, membuat dinding kaca jadi opak atau buram, menjamin privasi penggunanya.

Sampai saat ini baru ada dua toilet transparan di Jepang yang terletak di daerah Shibuya, Tokyo. Keduanya dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Yoyogi-koen Station yang lumayan dekat menurut ukuran orang Jepang. Mereka yang lebih suka paduan nuansa biru, hijau dan kekuningan dapat menjumpai toilet transparan di Haru-no- Ogawa Community Park. Bagi yang lebih suka warna cerah seperti jingga, pink dan ungu, dapat memilih toilet yang ada di Yoyogi Fukamachi Mini Park.

Jam operasional 24 jam. Dalam udara dingin seperti pertengahan musim gugur hingga pertengahan musim semi, reaksi perubahan kaca transparan jadi opak bisa melambat. Hal ini membuat toilet dibiarkan dalam keadaan opak di cuaca dingin karena tidak ada yang mau buang air bila kaca tetap transparan. Hal lain yang perlu dicatat adalah walaupun taman sekitarnya ditutup pada malam hari, toilet tetap bisa digunakan.

Toilet Transparan di Indonesia

Toilet transparan dengan teknologi smart glass sebenarnya sudah ada di Jakarta sejak tahun 2023. Untuk melihat atau mencobanya, perlu memperhatikan titik lokasinya dengan seksama karena kalau hanya sekedar tanya tanya ke petugas Stasiun Sudirman Baru atau petugas BNI City, hampir tidak ada yang tahu. Begitu pula beberapa tukang ojek mangkal di area tersebut. Dari sekedar ingin tahu, calon pengguna bisa jadi benar benar butuh kamar kecil karena bingung mencari keberadaan toilet transparan.

Lokasi toilet transparan terletak di samping Sungai Ciliwung antara Stasiun Sudirman Baru dan BNI City, di area Jakarta Creative Zone, Jalan Jenderal Sudirman. Untuk memudahkan, carilah gerai Gelato Vilo yang lebih dikenal sebagai Gelato JXB, dekat pohon rindang. Toilet transparan warna merah kuning berada tepat di belakang gerai.

Beda Toilet Transparan Negeri Sakura dan Indonesia 2
Toilet transparan di Jakarta. (Foto. Kemala Dewi)

Jam operasionalnya mulai pukul 06.00 hingga pukul 15-00 (Senin–Kamis) dan pukul 06.00 – pukul 22.00 (Jumat–Minggu).

Beda dengan toilet transparan di Jepang, toilet transparan di Jakarta berbayar. Dengan biaya Rp5.000, tunai atau QRIS. Pengguna dilayani petugas yang ramah dan sopan. Pengguna tidak perlu bingung menggunakan kloset canggih bak di Jepang karena klosetnya memang beda, yaitu kloset biasa sebagaimana yang ada di toilet umum di Indonesia.

Selesai pakai, tinggal siram (flush) secara manual. Tidak ada tombol ini dan itu untuk dicoba atau membuat pengguna bertanya-tanya.

Dinding kaca transparan hanya satu sisi saja sehingga efek tembus pandang tidak sekuat toilet transparan di Tokyo. Hebatnya, pengguna toilet di Jakarta bisa mandi karena ada fasilitas shower air hangat. Sayangnya, toilet terlihat kurang terawat dibandingkan toilet di stasiun kereta yang bisa digunakan gratis.

Bagi yang terbiasa dengan toilet kering dan terawat, kesan higienis bisa sangat berkurang jika pengguna sebelumnya, entah bagaimana, menyebabkan lantai basah. Mau mencoba?

BACA JUGA: Telepon Umum yang Tidak Umum

Posting Terkait

Jangan Lewatkan