Anies Baswedan Nilai Pelaksanaan Sistem Pertahanan Prabowo Subianto Tidak Dilakukan dengan Baik

KEADILAN – Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 1 Anies Baswedan menilai pelaksanaan sistem pertahanan selama Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) selama lima tahun tidak dilakukan dengan baik.

Hal tersebut dikatakan Anies merespons kritikan dari Prabowo yang menyebut dirinya terlalu teoritis saat debat Capres ketiga di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (07/01/2024).

“Tadi disebut ada yang teoritis, ada yang kedua, tidak dilaksanakan. Jadi 5 tahun ini apa yang dilakukan dalam mempertahankan sistem siber kita, justru di situ letak problemnya,” tegas Anies.

BACA JUGA: Ganjar Komitmen Hadirkan Sistem Pertahanan 5.0

Anies kembali mempertanyakan anggaran Kementerian Pertahanan yang telah berjumlah Rp700 triliun. Namun anggaran sebesar tersebut tidak mampu menahan serangan siber terhadap website Kementerian Pertahanan yang dibobol hacker pada akhir 2023.

Bagi Anies, investasi jangka panjang tidak menjadi masalah. Namun solusi jangka pendek juga harus dilakukan. “Investasi jangka panjang boleh tapi manfaatnya itu baru dirasakan bisa 5-10 tahun mendatang, pertanyaanya hari ini dan kemarin apa? dan itu yang jadi fokus kita, segerakan sistemnya, orangnya, dan langkahnya,” tukasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Prabowo Subianto Nilai Anies Baswedan Terlalu Teoritis