Oleh: Erwin Muhammad
Iduladha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban. Di balik peristiwa agung Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, terdapat pelajaran besar tentang ketauhidan dan keikhlasan seorang hamba kepada Tuhannya.
Nabi Ibrahim diuji bukan karena Allah ingin mengambil nyawa Nabi Ismail, tetapi Allah ingin menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang benar-benar dimiliki manusia. Semua hanyalah titipan. Bahkan sesuatu yang paling dicintai sekalipun, tetap milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Hikmah pengorbanan Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa begitu mudah Allah memberi, dan begitu mudah pula Allah mengambil kembali apa yang telah diberikan-Nya. Harta, jabatan, kekuasaan, rezeki, bahkan orang-orang yang kita cintai, semuanya berada dalam genggaman Allah.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 26:
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ ۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki…”
Ayat ini mengingatkan manusia agar tidak sombong ketika memiliki, dan tidak hancur ketika kehilangan. Karena sejatinya, manusia hanya dititipi, bukan memiliki sepenuhnya.
Dalam kehidupan hari ini, “Ismail” bisa hadir dalam bentuk apa saja: harta yang dibanggakan, jabatan yang dipertahankan mati-matian, ego yang sulit ditundukkan, atau seseorang yang begitu dicintai hingga membuat hati lupa kepada Allah. Ketika semua itu diambil atau diuji, di situlah kualitas iman dan keikhlasan seseorang terlihat.
Iduladha akhirnya bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang menyembelih rasa memiliki yang berlebihan terhadap dunia. Sebab ketauhidan sejati adalah saat hati mampu berkata:
“Semua milik Allah, datang dari Allah, dan akan kembali kepada Allah.”
Penulis adalah wartawan senior tinggal di Jawa Timur.
BACA JUGA: Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan



