KEADILAN – Penyiksaan yang terjadi di Indonesia terus disorot Amnesty International Indonesia. Menurut Deputi Director Amnesty International Indonesia Wirya Adiwena, penyiksaan di Indonesia kerap dilakukan oleh pihak aparat berwenang.
Pihaknya menegaskan, aparat hukum yang seharusnya bertugas menjamin dan melindungi warganya. Namun dalam praktiknya justru memakai senjata kekuasaan berlebihan untuk penyerangan.
“Kita warga negara sipil tidak diizinkan memegang senjata. Jaminan memegang senjata itu, ya memang dipercayakan negara bagi aparat hukum. Seharusnya melindungi dan menjamin kita agar terhindar dari bahaya dan kejahatan. Justru malah disalahgunakan, gawat,” ucap Wirya dalam diskusi tentang Hari Anti-Penyiksaan di Kantor Amnesty International Indonesia, Jakarta, Rabu (26/6/2024).
Tak hanya itu. Amnesty International Indonesia juga menyorot keras soal kerapnya peningkatan kasus penyiksaan. Amnesty Internasional Indonesia mencatat, penyiksaan justru masih didominasi oleh institusi Polri.
“Seberapa seriusnya aparat keamanan berusaha mengakhiri fenomena penyiksaan di Indonesia,” tutup Wirya.
Reporter: Ceppy Febrinika Bachtiar
Editor: Syamsul Mahmuddin
Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-78, Polda Metro Jaya Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers







