KEADILAN – Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Kementerian Kesehatan mengklaim bahwa virus corona tak akan bisa tertular dari benda mati. Pernyataan juru bicara istana khusus virus corona ini disanggah Peneliti bidang mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra.
Sugiyono mengungkap belum ada penelitian tentang kemampuan bertahan virus Covid-19 jika menempel di benda mati. Sejauh ini, menurut dia, baru ada penelitian tentang lama hidup virus SARS dan MERS yang menempel di benda mati.
“Memang dari penelitian tersebut hasilnya bervariasi, bisa bertahan 2 jam hingga 9 hari,” ujar Sugiyono pada Rabu, 4 Maret 2020..
Sugiyono menuturkan daya tahan hidup virus sejatinya bukan berdasarkan jenis bendanya. Dalam penelitian tentang SARS dan MERS, ketahanan hidup virus tergantung jenis, jumlah, suhu, dan kelembaban.
Lebih lanjut, Sugiyono menyampaikan virus tidak akan bertahan lama jika berada di suhu yang tinggi, yakni di atas 30 derajat celcius. Sebaliknya, virus bisa bertahan lama jika suhu semakin lembab.







