KEADILAN – Tingginya gelombang Danau Toba disertai angin kencang membuat jalur penyeberangan dengan kapal kayu dari Simanindo menuju Tiga Ras ditutup, Rabu (31/3).
Akibat angin kencang itu, beberapa kapal milik swasta terpaksa bersandar di dekat dermaga Simanindo karena cuaca tidak mendukung.
“Tidak ada penyebarangan kapal kayu saat ini karena angin kencang disertai ombak besar,” kata P. Sitanggang salah satu warga di Dermaga Simanindo.
Menurut dia, cuaca kali ini lain dari biasanya sehingga para awak kapal tidak berani untuk berlayar. “Cuacanya sangat lain dari biasanya, maka dari itu tidak ada yang mau ambil resiko termasuk penumpang,” ujarnya.
Angin kencang yang menghantam Pulau Samosir sejak malam hingga siang hari ini membuat beberapa pohon di pusat kota Onan Lama Pangururan tumbang. Selain pohon banyak atap rumah penduduk juga rusak parah terangkat angin kencang.
Selain di Pulau Samosir, sejumlah rumah warga, ting listrik dan fasilitas umum lainnya juga mengalami kerusakan di kawasan Balige. “Di Balige banyak pohon tumbang,” kata Alek Siagian.
Sementara itu, Manager Unit Layanan Pangururan PLN, Janno E Marbun menyampaikan akibat angin kencang, seluruh listrik di Pulau Samosir sempat dipadamkan selama beberapa jam.
“Benar, anginnya sangat kencang dan listrik di seluruh Pulau Samosir padam, beberapa pohon tumbang mengenai tiang listrik dan ada juga kabel kabel listrik yang berlipat lipat,” pungkasnya.
Frans Marbun














