KEADILAN – Belum juga menetapkan tersangkanya, tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung kembali melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam pengungkapan dugaan korupsi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Medan, Rabu (24/2). Adapun perkaranya, terkait Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi BPJS dan Proyek Pembangunan Jalur Transmisi 275 KV Gardu Induk Kiliranjao-Gardu Induk Payakumbuh.
Dalam dua perkara dugaan korupsi ini, penyidik memanggil sebanyak delapan orang untuk dimintai keterangannya. “Pemeriksaan saksi ini dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana yang terjadi dalam perkara yang disidik,” demikian disampakan Leonard Eben Ezer Simanjutak, Kepala Pusat peneranga Hukum Kejagung.
Dijelaskan Leonard, dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di BPJS Ketenagakerjaan, ada enam orang saksi yang dipanggil oleh penyidik. “Tiga saksi merupakan orang dalam BPJS Ketenagakerjaan dan sisanya pihak luar,” sebutnya.
Adapun ke-tiga saksi yang dari BPJS Ketenagakerjaan yakni MKS selaku Direktur Pelayanan, HP selaku Dealer Pasar Utang dan II selaku Deputi Direktur Analisa Portofolio. Sedangkan tiga lainnya adalah PEA selaku Direktur Utama PT BNI Asset Management, AD selaku Direktur Utama PT Trimegah Asset Management serta T selaku PT Bank Mandiri (Persero)-Custody.
Sedangkan dalam perkara dugaan korupsi Proyek Pembangunan Jalur Transmisi 275 KV Gardu Induk Kiliranjao-Gardu Induk Payakumbuh pada Tahun 2016-2017, Leonard menyebutkan ada dua orang yang dipanggil oleh penyidik. Dan mereka adalah pegawai PT PLN (Persero) UIP II Medan. “Atas inisial SKS dan BPR,” lanjutnya.
Dan dalam pemeriksaannya tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, menjaga jarak aman antara yang diperiksa dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. “Para saksi pun wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” pungkasnya.
Chairul Zein








