KEADILAN – Serikat Pekerja (SP) PT Pegadaian (Persero) menyatakan keberatan atas rencana pemerintah untuk membuat skema holding dan akuisisi PT Pegadaian (Persero) dan Permodalan Nasional Madani (PNM) oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk.
Terkait sikap keberatan tersebut, Ketua SP Pegadaian Ketut Suhardiono menjelaskan, Pegadaian sudah hadir melayani masyarakat di Indonesia sejak 1901 dan terbukti telah memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selain itu, terang Kadiv. Manajemen Risiko dan Korporasi Pegadaian ini, layanan bisnis yang diberikan Pegadaian ke masyarakat sangat spesifik dengan kultur nasabah yang berbeda.
“Kami (SP) keberatan soal rencana Pemerintah yakni Pegadaian dan PNM diakuisisi holding oleh BRI. Pegadaian telah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat serta layanan bisnis kami berbeda dengan BRI, jelas Ketut pada Keadilan pada Selasa (16/2/2021)
Namun, Ketut menerangkan, pihaknya siap mendukung penuh atas rencana pemerintah membuat sinergi BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan ultra mikro.
“Kami dukung pemerintah menjadikan sinergi BUMN di bidang pembiayaan ultra mikro, namun skema yang dilakukan jangan akuisisi Pegadaian dan PNM oleh BRI. Kan ada cara lain,” ucapnya.
Ketut menuturkan, SP Pegadaian akan melakukan upaya seperti mengirimkan surat tertulis dan kajian-kajian kepada Pemerintah dan DPR. Ia berharap, Pemerintah dapat berfikir ulang atas rencana akuisisi dan holding tersebut.
“Kami akan kirimkan surat dan kajian-kajian ke Pemerintah dan DPR. Saya harap,rencana akuisisi dan holding dapat dibatalkan,” ujar Ketut.
Sebelumnya, Musyawarah Nasional (Munas) SP Pegadaian pada 25 November 2020 lalu di Hotel Best Western Solo Baru, Sukoharjo, menyepakati sikap tidak setuju terkait wacana pembentukan holding dan akuisisi Pegadaian oleh BRI.
Dapat diketahui, BUMN segera mensinergikan PT Pegadaian Persero, dan PT PNM dengan PT BRI, dengan akusisi tersebut akan menambah aset BRI lebih besar untuk menggarap segmen UMKM.
BRI secara tersirat siap menjalankan akuisisi atas PT Pegadaian Persero dan PT Permodalan Nasional Madani Persero. Apalagi, aksi korporasi besar ini dapat memperkuat posisi bank BRI dalam pengembangan bisnis Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM), terutama di sektor ultra mikro melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Keinginan BUMN tersebut langsung disampaikan Menteri Bumn Erick Thohir.
Erick menegaskan, akuisisi BRI terhadap Pegadaian dan PNM tertuang dalam roadmap Kementerian BUMN periode 2019-2024. Semua ini dilakukan akibat dampak pandemi Covid-19.
“Adapun target dari akuisisi BRI ini adalah porsi pembiayaan UMKM yang dapat meningkat hingga 85 persen. Di mana, BRI akan menyasar segmen unbankable. Segmen ini termasuk productive poor yang diyakini memiliki pangsa pasar UMKM sangat besar,” jelas Erick Thohir dalam program News Screen Evening IDX Channel, Selasa (26/1/2021).
Junius Manurung








