KEADILAN- Setelah tidak ada satu calon pun yang meraih syarat sah, yakni sebanyak 50 persen plus 1 suara. Pemilihan Ketua Mahkamah Agung harus menempuh mekanisme pemilihan kembali di putaran kedua.
Pada putaran kedua ini hanya ada dua calon yang dipilih oleh 46 Hakim Agung, setelah Ketua MA periode ini Hatta Ali abstain atau tidak menggunakan hak pilihnya.
Usai pemanggilan Hakim Agung oleh Abdullah selaku sekretaris Panitia Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia berakhir tepat pukuk 13.00. Acara dilanjutkan dengan penghitungan suara oleh panitia.
Pada proses pemilihan yang ditayangkan melalui chanel Youtube MA itu disaksikan sebanyak 2,848 pengunjung (viewers) namun jumlah tersebut melonjak menjadi 3428 pengunjung saat penghitungan suara digelar.
Surat suara pertama yang dibacakan oleh panitia tertera pilihan untuk Hakim Agung Syarifuddin, disusul surat suara kedua yang menjatuhkan pilihan untuk Hakim Agung Andi Samsan Nganro. Saat penghitungan sempat suara untuk Syarifuddin sempat meninggalkan jauh suara buat Andi Samsan Nganro dengan skor 24 berbanding 10.
Berdasarkan penghitungan akhir maka Hakim Agung Syarifudin meraih total 32 suara, unggul dari rivalnya Hakim Agung Andi Samsan Nganro hanya meraih 14 suara.
Setelah penghitungan surat suara dilakukan penandatanganan berita acara oleh para pimpinan sidang.
“Berdasarkan hasil berita acara ternyata yang mulia Dr Syarifuddin telah mendapatkan suara sejumlah 32 suara,” ucap Hatta Ali.
Kemudian Hatta Ali memaparkan, bahwa berdasarkan keputusan Ketua MA 96/KM/SK/IV/2020 tentang peraturan tata tertib pemilihan Ketua MARI, berdasarkan pasal tujuh angka 1, calon ketua MA yang memperoleh suara terbanyak maka langsung ditetapkan sebagai ketua MA terpilih.
Hatta Ali pun mengajak Hakim Agung dan panitia yang hadir diruangan untuk memberikan ‘Salam Corona’ (merapatkan kedua telapak tangan di depan dada) kepada Ketua MA terpilih. Selain salam Corona, hal unik lainnya dalam acara ini adalah setiap orang yang hadir di ruangan mengenakan masker dan sarung tangan, baik itu para hakim agung maupun perangkat persidangan.
Usai memberi salam Corona, Hatta Ali mempersilahkan kepada Hakim Agung Syarifuddin untuk memberi sambutan.
Dalam sambutannya, Ketua MA yang baru saja terpilih ini menyampaikan terimakasih kepada rekan-rekan sejawatnya sesama hakim agung yang telah mempercayakan kepadanya tongkat estafet kepemimpinan MA.
“Terimaksih atas amanah yang diberikan kepada saya sebagai Ketua MA untuk satu periode kedepan,” ucap Syarifuddin.
Wakil Ketua MA Bidang Yudisil ini pun berharap tidak ada lagi perbedaan pendapat atau dukung mendukung di antara hakim agung dan jajaran MA. Karena itu dirinya mengajak semuanya untuk kembali bersatu padu untuk menyambut tugas di masa mendatang.
“Kita mulai bekerja dengan ucapan Bismiilah dan ikhlas karena Allah SWT. Karena pekerjaan ini adalah ladang amal dan harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan YME dan negara,” ujarnya.
Syarifudin juga menyampaikan apresiasi kepada Hatta Ali yang telah dinobatkan sebagai Bapak Pembaharuan Indonesia karena mampu menahkodai MA.
Sebelum menutup sidang paripurna khusus, Hatta Ali tak lupa mengucapkan selamat kepada wakilnya itu karena telah terpilih sebagai Ketua MA untuk periode 2020-2025.
“Kepercayaan ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang besar yang harus dilaksanakan sepenuh hati dan kerja keras,” pesan Hatta Ali.
Ia juga menghimbau kepada calon ketua MA lain untuk tidak berkecil hati, karena segala sesuatu ada hikmah yang tersembunyi.
Menurut Hatta Ali, suara hakim agung yang dititipkan kepada Ketua MA terpilih adalah masa depan badan peradilan Indonesia untuk 5 tahun kedepan. Karena itu dirinya pun mengajak seluruh jajaran mendukung Ketua MA terpilih.
Sementara itu hasil sidang paripurna ini selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden untuk ditetapkan ketua MA yang definitif.
BUDI SATRIA DEWANTORO












