Keadilan

KEADILAN – Waspada polio. Ditemukannya kasus polio di Jawa Tengah dan Jawa Timur mengharuskan masyarakat waspada. Ada baiknya memahami apa saja gejala polio terutama pada anak.

Meski dapat menyebabkan kelumpuhan, namun beberapa kasus polio juga tidak menimbulkan rasa sakit yang kentara. Mengutip laman Mayo Clinic, beberapa pasien bahkan tak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Berikut pemahaman yang perlu diketahui masyarakat:

Polio nonparalitik

Beberapa orang dilaporkan mengalami infeksi polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan. Kondisi ini dikenal dengan istilah polio non paralitik.

Kondisi ini biasanya menimbulkan gejala ringan serupa flu atau penyakit infeksi lainnya. Berikut di antaranya gejala yang muncul:

– demam,
– sakit tenggorokan,
– sakit kepala,
– muntah,
– kelelahan,
– sakit atau kaku pada bagian punggung,
– sakit atau kaku pada leher,
– otot terasa lemah.

Gejala ini umumnya akan bertahan selama setidaknya 10 hari.

Polio sindrom paralitik

Kondisi ini merupakan bentuk polio yang lebih parah dan menyebabkan kelumpuhan.

Awalnya, pasien akan mengalami gejala mirip pada polio nonparalitik. Namun, dalam sekitar satu minggu kemudian, ada beberapa gejala lain yang muncul. Berikut di antaranya:

– kehilangan refleks,
– otot terasa lemah sangat intens,
– kaki terkulai.

Sindrom pasca-polio

Selain memahami gejala polio seperti KLB di Klaten, kenali juga sindrom pasca-polio.

Sindrom pasca-polio adalah gejala yang memengaruhi pasien selama bertahun-tahun setelah terinfeksi. Berikut beberapa gejala yang muncul:

– nyeri dan lemah otot atau sendi,
– kelelahan,
– pengecilan otot,
– masalah pernapasan dan sulit menelan,
– gangguan pernapasan saat tidur atau sleep apnea,
– penurunan toleransi suhu dingin.

Reporter: Syamsul Mahmuddin