KEADILAN – Tenaga kesehatan (nakes) yang sempat diperiksa polisi terkait vaksin kosong yang viral di media sosial kimi dibebaskan. Nakes berinisial EO itu tidak sengaja menyuntikan vaksin kosong, akibat kelelahan.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan bahwa dalam proses mediasi yang dilakukan tadi malam, EO dan pelapor yang saat itu menerima vaksin menyadari bahwa kejadian itu terjadi karena akibat kelelahan.
“Pelapor dan terlapor menyadari bahwa itu kekhilafan. Kemudian juga saling memaafkan. Kalau menurut keterangan kemarin kan karena faktor kelelahan dia,” ujar Guruh saat dihubungi Keadilan, Rabu (11/8/2021).
Sebelumnya, saat dimintai keterangan di Polres Jakarta Utara kemarin, EO juga mengatakan bahwa pada waktu kejadian ia memvaksin 599 orang. Bahkan sambil menangis EO menyempatkan diri untuk meminta maaf terkait kelalaiannya menyuntikan vaksin kosong.
“Saya mohon maaf. Terlebih pertama kepada keluarga dan orangtua anak yang saya telah vaksin. Saya mohon maaf, saya tidak ada niat apapun. Saya hanya ingin membantu menjadi relawan untuk memberikan vaksin. Saya juga minta maaf kepada seluruh masyarakat indonesia yang diresahkan oleh kejadian ini,” ucap EO di Polres Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021).
EO merupakan relawan vaksinator dalam kegiatan vaksinasi di Sekolah IPEKA, Pluit Timur, Jakarta Utara pada Jumat lalu (6/8/2021). Dalam kegiatan vaksin tersebut, EO sempat lalai dan menyuntikan vaksin kosong kepada salah seorang warga. Kejadian itu sempat direkam oleh ibu penerima vaksin.
Video tersebut kemudian diunggah ke Twitter oleh akun #BuzzerNKRI @irwan2yah bersama tulisan, “Saya ingin berbagi informasi. Kejadian di Sekolah IPK Pluit Timur tanggal 6 Agustus 2021, jam 12.30. Suntikan vaksinasi, ternyata suntik kosong. Setelah protes dan cuma kata maaf, akhirnya di suntik kembali. Agar dapat diperhatikan. Sebarkan agar suster tersebut diproses.”
Akibat viralnya video yang diunggah oleh #BuzzerNKRI ini, EO diperiksa polisi.
CHARLIE TOBING








