KEADILAN – Arah dukungan politik Presiden Joko Widodo(Jokowi) pada Pilpres 2024 lebih dekat kepada Prabowo Subinato. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo, Jumat (20/10/2023).
Persepsi tersebut sangat kuat di ruang publik saat ini. “Pak Jokowi dipersepsikan lebih dekat atau condong kepada Prabowo Subianto daripada Ganjar Pranowo. Persepsi publik ini sangat kuat,” ujar Ari dalam diskusi yang bertajuk “Pendaftaran Capres Dibuka, Perlombaan Pilpres Dimulai: Kemana Arah Politik Jokowi?” di Jl. Wijaya Timur 3, No. 2A, Kebayoran Baru, Jakarta Selayan.
Menurut Ari, politik praktis mengacu pada persepsi publik. Dia pun mengutip hasil survei Litbang Kompas, pada 27 Juli-7 Agustus 2023, yang menunjukkan bahwa mayoritas atau sebanyak 74,3 persen responden puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
“Kalau melihat dari hasil survei, faktor Jokowi berpengaruh terhadap arah dukungan Capres dan Cawapres. Faktor Jokowi ini ketika Jokowi meng-endorse,” katanya.
Namun apabila Jokowi, kata Ari, mendukung Prabowo bisa berpengaruh terhadap kepuasan pemilihnya yang setia sejak Pilpres 2014 sampai Pilpres 2019.
“Persepsi publik yang selama ini atau masyarakat pemilih Jokowi yang mungkin mencintai Jokowi puas dengan kinerja Jokowi itu nampaknya sekarang menjadi barisan mereka yang kecewa terhadap Jokowi,” tegasnya.
Menurut Ari, para simpatisan tersebut merasa dibohongi Jokowi akibat posisi politiknya. Nama baik keluarga pun menjadi negatif akibat kalkulasi politik yang tidak matang. Meskipun batal bergabung dengan Prabowo, namun persepsi publik sudah tidak bisa diubah. “Ini menjadi dilematis,” tukasnya.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar







