KEADILAN – Misteri penembakan Pimpinan Redaksi lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap hingga kini belum terungkap meskipun sejumlah saksi sudah diperiksa polisi.
“Kita masih melakukan penyelidikan dan pendalaman, tim masih bekerja, mohon Doa nya agar segera terungkap,”kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada keadilan.id, Selasa (22/6).
Padahal, sudah empat hari pasca penembakan tersebut terjadi, namun Polda Sumut dan jajaran sepertinya masih kebingungan, sebab, dari sejumlah saksi yang sudah diperiksa hingga kini belum ada yang dijadikan tersangka. Bahkan, Polisi juga belum mampu mengidentifikasi luka tembak yang dialami korban sebagai petunjuk untuk mengungkap kasus tersebut. Begitu juga dengan komunikasi korban melalui telephon hingga kini masih misterius.
“Masih diselidiki, masih dalam penyelidikan,” terang Kabid Humas.
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) Sumut, Zulkifli Tanjung mengatakan, pola komunikasi yang dibangun Kapolda Sumut Irjend Pol Panca Putra Simanjuntak saat ini kepada masyarakat kurang baik, padahal masyarakat sedang menunggu informasi lanjutan dari peristiwa ini.
“Dalam kasus ini, bisa saja memang Polda Sumut sudah tahu, tetapi mereka menutupinya dengan maksud tertentu. Tetapi, apapun itu, yang pasti tertutupnya keran informasi dari polisi terkait dengan penembakan ini menjadi preseden buruk bagi alam demokrasi kita,” kata Zulkifli.
Sebaiknya, sambung dia, Kapolda Sumut belajar ulang atau membaca kembali Undang-Undang (UU) keterbukaan informasi publik. “Kalau Pak Kapolda memahami tupoksi UU itu, tentu tidak perlu menutup diri. Sebab, yang dibutuhkan masyarakat Sumut saat ini adalah Kapolda yang terbuka kepada masyarakat. ” ujarnya.
Memang, masih kata dia, ada informasi yang dikecualikan, namun hal itu tidak mencakup seluruhnya. “Ada memang informasi yang dikecualikan. Tetapi, kan tidak semua aspek. Ada hal-hal yang harus diungkap. Karena ini menyangkut keamanan seseorang, sedangkan polisi berdasarkan amanat UU adalah pelindung, pengayom dan pelayan,” terangnya.
Frans Marbun













