KEADILAN – Hubungan Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Dudung Abdurrahman, dikabarkan mulai kurang harmonis. Namun kabar itu dibantah tegas Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD, Brigjen TNI Tatang Subarna.
Kabar kurang harmonisnya hubungan keduanya disebut karena dipicu rencana Jenderal Dudung hendak melantik calon prajurit Taruna Akmil tanpa bersama tiga matra lainnya yakni, AL, AU dan Polri. Jenderal Andika pun mengancam, siapa yang menggelar acara tersebut maka akan ditangkap POM TNI. Akhirnya pelantikan itu batal. Bahkan untuk mengatasi insiden tersebut dikabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai turun tangan untuk menyelesaikan.
Dibantah Kadispen TNI AD
Kabar kurang harmonisnya hubungan Jenderal TNI Andika dan Jenderal TNI Dudung dibantah Kadispen TNI AD, Brigjen TNI Tatang Subarna. Kepada Keadilan.id, Tatang mengatakan tidak ada masalah hubungan kedua Jenderal TNI tersebut.
“Tidak ada masalah dan baik-baik saja, Mas,” ujar Tatang saat menjawab pesan aplikasi WhatsApp yang dikirim Keadilan.id soal hubungan kurang harmonis Jenderal TNI Andika Perkasa dengan Jenderal TNI Dudung Abdurrahman, Senin (8/8/2022).
Tatang juga membantah informasi yang menyebutkan bahwa Panglima TNI menegur Jenderal Dudung. “Tidak ada sama sekali, Mas,” ujar Tatang melalui pesan tertulis saat ditanya kabar Jenderal TNI Andika menegur Jenderal TNI Dudung.
Kadispen TNI AD bahkan mengirimkan ulang release berita pelantikan Taruna Akademi TNI/Polri Tahun 2022 pada 4 Agustus 2022 lalu di Lapangan Sapta Marga Akmil Magelang. Pelantikan dilakukan oleh Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI, Letjen TNI Bakti Agus Fajri.








