Minang Saiyo Cup, Ajang Silaturahmi Orang Indonesia di Sydney

KEADILAN – Minang Saiyo Cup 2022 Futsal Tournament digelar sehari penuh, Minggu 6 Maret 2022, di Australia National Sports Club Centre yang berada di daerah Lakemba, Sydney. Demikian kabar dikirimkan Ketua Minang Saiyo, Sydney, Dr Zulfan Tadjoeddin kepada Keadilan.id, Rabu 8 Maret 2022.

Kelompok-kelompok masyarakat Indonesia-Australia dari berbagai belahan Sydney (dari Eastern Suburbs ke Western Suburbs, dari The Northern Beaches ke The Shire) semua berpartisipasi dalam Minang Saiyo Cup ini. Sebuah even yang sudah lama dinantikan.

Generasi pertama, kedua dan ketiga dari keturunan Indonesia di Sydney menikmati turnamen satu hari ini, menyemangati tim yang mereka dukung. Cuaca yang kurang bersahabat karena hujan dan panas silih berganti tidak menghalangi semangat para tim untuk berlaga mempertunjukkan keahlian menggiring si kulit bundar dengan dukungan suporter masing-masing. Semua tim telah menampilkan permainan terbaik mereka.

Keluar sebagai pemenang adalah FC BAMBU RUNCING. Posisi runner-up ditempati oleh INVINCIBLES 04. Sedangkan SAMPOERNA FC harus puas di posisi ke tiga.

Disamping itu, panitia juga memilih satu pemain terbaik untuk menerima Golden Boot yang jatuh pada Dzulfikar Pasaribu dari tim INVINCIBLES 04.

Tim pemenang akan menerima tropi bergilir, tropi juara 1, 2 dan 3 serta hadiah uang. Pemain terbaik akan menerima Golden Boot. Tropi dan hadiah akan diserahkan pada Malam Inagurasi Minang Saiyo Sydney pada tanggal 12 Maret 2022 di Lakemba Senior Citizen Centre.

Ketua panitia Minang Saiyo Cup 2022, Dirga Adnan, mengatakan turnamen ini direncanakan akan menjadi agenda rutin di awal tahun yang akan selalu bertepatan dengan akhir musim panas atau awal musing gugur.

Perwakilan dari Indonesian Community Council (ICC NSW), Sonny Arifien, dalam sambutannya mengingatkan para pemain bahwa walaupun ini adalah sebuah ajang kompetisi, jangan lupa bahwa ini adalah friendly games.

“Turnamen ditujukan untuk menyediakan medium untuk saling mengenal melalui ajang futsal bagi berbagai kelompok masyarakat keturunan Indonesia yang berdomisili di Sydney,” ujar Zulfan Tadjoeddin dalam sambutannya.

Turnamen futsal ini diikuti oleh 10 tim yang berasal dari berbagai kelompok komunitas Indonesia di Sydney. Para pemain adalah generasi kedua dan ketiga dari orang Indonesia yang berdomisili di Sydney. Umumnya mereka telah menjadi warga negara Australia.

Menurut Dirga, dengan sangat terpaksa, beberapa tim futsal yang mendaftar belakangan tak bisa diakomodir dalam turnamen karena slot 10 tim sudah terpenuhi. “Kita akan buka kesempatan untuk lebih banyak tim untuk berlaga di Minang Saiyo Cup tahun depan” tukuk Dirga.

10 tim tersebut dibagi menjadi dua group, A dan B. Dalam masing-masing group diterapkan sistem pertandingan setengahKepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedanaup dari kedua group masuk ke babak semifinal. Selanjutnya adalah pertandingan memperebutkan tempat ke tiga dan partai puncak pertandingan final.

Total 24 pertandingan berhasil diselesaikan dalam kurun wantu 8 jam dari pukul 10 pagi sampai pukul 6 sore. Pertandingan dipimpin oleh wasit kawakan Alex Rajani.

Disamping itu, aneka kuliner nusantara tersedia di gerai makanan untuk menanggulangi rasa lapar dari para pemain, supporter dan penonton. Ada sate padang dan soto padang. Ada pula siomay, kue pukis dan perkedel jangung. Tersedia pula hotdog dan beraneka ragam kue-kue jajanan pasar lainnya.

Ajang futsal ini juga dimanfaatkan berbagai lapisan masyarakat Indonesia di Sydney untuk saling bersilaturahmi yang bertepatan dengan mulai dilonggarkannya restriksi Covid oleh Pemerintah Daerah NSW serta kesempatan untuk saling memaafkan menjelang bulan puasa Ramadan yang hampir tiba.

Index