Korupsi 47 Triliun, Dua Pegawai Antam Diperiksa Jaksa

KEADILAN – Penyidikan perkara korupsi impor emas Rp47 triliun makin digas jaksa. Dua saksi dari PT Aneka Tambang (Antam) Tbk diperiksa. Keduanya R dan NPW selaku Refining Service PT Antam. Demikian dikabarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana, Jumat (09/06/2023).

Kejagung sampai kini belum memberikan keterangan resmi terkait kasus posisi perkara tersebut. Termasuk peranan berbagai saksi yang sudah diperiksa oleh jaksa. Mulai saksi dari pejabat PT Antam, pejabat bea dan cukai sampai dengan para importir.

Kasus ini naik ke penyidikan 10 Mei 2023 lalu. Penyidikan didasari Surat Perintah Penyidikan Nomor: Prin-14/F.2/Fd.2/05/2023 tertanggal 10 Mei 2023. Kasus pertama kali dibongkar anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan pada 14 Juni 2021 lalu.

Gile, Jampidsus Ngegas Lagi, Usut Korupsi Impor Emas 47,1 Triliun

Arteria mengungkapnya dalam rapat kerja dengan Jaksa Agung, ST Burhanuddin, dua tahun silam. Dalam rapat kerja itu ia membongkar adanya praktek impor emas dengan modus sederhana tapi selalu lolos dengan mudah. Yaitu mengimpor emas batangan tapi dicatat sebagai emas bongkahan atau belum jadi.

“Ini bukan temuan pertama Pak, ini temuan kesekian kalinya. Saya tadi dikatakan Pak Suding ada PT Jardin Trako Utama April 2020. Pelakunya sama Pak, Finani dan petinggi kantor pusat Bea Cukai,” ujar Arteria.

Tujuh Importir Penikmat Korups 47 Triliun

Emas diimpor dari Singapura. Dari Singapura dokumennya benar yaitu HS-nya 71081300. Artinya kode emas setengah jadi. Di Indonesia barang tersebut kena bea impor 5%, kena PPh impor 2,5%. Tetapi sampai di Bandara Soekarno-Hatta kode tersebut diubah dengan kode emas bongkahan sehingga lolos dari pajak.

Konsekuensinya negara kehilangan potensi pendapatan. Dari satu perusahaan saja, negara rugi Rp 2,35 triliun (bea impor) dan Rp 597 miliar (PPh impor). Ia pun menyebut Jaksa Agung tidak perlu repot mencari para pelaku. Sebab, semua itu sudah ada di jajaran eselon II Ditjen Bea Cukai.

“Ada main apa hingga keluar surat intelijen. Ada satu perusahaan disuratin, 19 Februari 2021, saya sebut nama PT-nya. PT Indah Golden Signature yang mengimpor emas 99,99%. Meski emas itu bermerek, sudah siap jual, punya nomor seri, dimasukkan sebagai emas bongkahan,” kata Arteria saat itu.

Berikut 8 perusahaan yang sempat disebut terlibat dalam rapat dengar pendapat tersebut. Diantaranya:
PT Jardin Trako Utama
PT Aneka Tambang
PT Lotus Lingga Pratama
PT Royal Rafles Capital
PT Viola Davina
PT Indo Karya Sukses
PT Karya Utama Putera Mandiri
PT Bumi Satu Inti

Reporter: Syamsul Mahmuddin