KEADILAN – Tidak hanya memanggul senjata untuk berperang, TNI juga bisa melakukan hal-hal terkait dengan ketahanan pangan. Seperti dilakukan Pos Satgas Yonif Raider 600/Modang yang berada di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua dan Satgas Yonif 126/KC. Mereka memanfaatkan lahan kosong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang pertanian.
Sebagai upaya untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, TNI berperan aktif dalam pengembangan berbagai tanaman dimanapun ditugaskan. Secara nasional, pemerintah telah mencanangkan program Ketahanan Pangan sejak 2012, dengan diterbitkannya UU No 18/2012 tentang Pangan.
Disebutkan dalam UU tersebut bahwa Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. Baik jumlah maupun mutunya. Kemudian, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.
Tampaknya hal itulah yang diterapkan Yonif Raider 600/Modang yang sedang melaksanakan penugasan di wilayah Papua. Lokasi penugasan tersebut memiliki karakteristik kondisi alam yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dipecahkan bersama dalam rangka mendukung program nasional tersebut, seperti contohnya salah satu Pos Satgas Yonif Raider 600/Modang yang berada di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua.
Kondisi alam wilayah ini merupakan lahan rawa yang memiliki masalah utama dalam pengembangan pertanian adalah tata air dan kesuburan lahan. Dimana sebagian besar lahan di Distrik Fayit merupakan lahan gambut dan berair.
Berbekal dari pelatihan sebelum penugasan, anggota Pos Fayit Satgas Yonif Raider 600/ Modang yang dipimpin Letda Inf Gilang Anggara Putra melakukan inovasi. Dan, akhirnya dapat menanam sayuran dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan masyarakat setempat, salah satunya dengan mencampurkan tanah gambut dengan sekam kayu.
“Ternyata hal tersebut efektif dilakukan sehingga dapat menjadikan komoditi berupa tanaman sayuran jangka pendek antara lain: terong, cabai, sawi, kangkung dan kacang panjang serta sayuran lain yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” kata Letda Inf Gilang.
Rupanya, apa yang dilakukan Satgas Yonif Raider 600/Modang tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Asmat Elisa Kambu saat mengunjungi Pos Satgas tersebut beberapa hari yang lalu. Dalam kunjungan tersebut Bupati Asmat bersama Forkopimda berkesempatan memanen dan membagikan ke masyarakat hasil budidaya tanaman anggota Satgas Yonif Raider 600/Modang.
Pada kesempatan itu, Bupati mengatakan, dirinya merasa bangga dengan hasil pertanian anggota Satgas. Selain bertugas untuk menjaga keamanan di Fayit, Satgas juga berperan membantu perekonomian masyarakat kami.
“Satgas telah memberi contoh bahwa dengan kondisi tanah seperti ini, kita bisa bertani dengan menggunakan media lain seperti tanah gambut dicampur sekam kayu dan hasilnya cukup bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Pos Satgas Yonif Raider 600/Mdg-Pos Fayit menerangkan, kegiatan diloakukan karena pihaknya merasa peduli dengan kondisi masyarakat. Selain karena sulit untuk mendapatkan sayuran, karena akses ke kota yang cukup jauh dan membutuhkan biaya yang mahal, dengan bercocok tanam bisa membantu masyarakat akan kebutuhan sayuran di tengah keterbatasan di wilayah tersebut.
Bersama anggotanya, Letda Inf Gilang mengatakan akan membantu ekonomi masyarakat di wilayah Distrik Fayit. Salah satu caranya dengan mengajarkan kepada masyarakat untuk bercocok tanam.
“Seperti apa yang telah kami contohkan dan hasilnya nanti bisa untuk dikonsumsi sendiri atau dapat dijual masyarakat untuk menambah penghasilan mereka,” kata Letda Inf Gilang.
Anak-anak Ikut Panen
Di tempat terpisah, Satgas Yonif 126/KC mengajak anak-anak setempat memanen sayuran yang mereka tanam. Sayuran itu juga dibagikan kepada warga setempat. Sayuran yang ditanam di Kampung Monggoefi, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, antara lain, tomat dan terong. Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti Letkol Inf Dwi Widodo.
Dansatgas mengatakan, upaya tersebut untuk mengatasi kesulitan masyarakat di bidang pangan. Kemudian, anggota Pos Satgas berinisiatif membuat kebun di lahan kosong seputaran Pos. Dengan keterampilan dan ketekunan, sehingga menuai hasil yang sangat memuaskan kemudian hasilnya sebagian besar dibagikan kepada masyarakat.

“Semoga dengan adanya hasil kebun ini dapat memotivasi anak-anak maupun warga untuk berkebun dengan memanfaatkan lahan sekitaran rumahmya,” ujar Dansatgas.
Sementara itu, Toldo (14) salah satu anak yang ikut memanen tomat dan terong sangat merasa senang dan membawa pulang hasilnya.
“Terima kasih abang Pos, tomat dan terong yang kami petik bisa kami bawa pulang untuk diberikan ke mama,” kata Toldo.
Reporter: Penerus Bonar








