KEADILAN- Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang transportasi untuk segera mengatur ulang skema bisnisnya.
Menurutnya, di saat pandemi virus corona (Covid-19) berakhir, kinerja BUMN transportasi bisa beradaptasi dengan keadaan. Selain itu, BUMN juga bisa menghitung ulang semua layanan yang perlu ditingkatkan, atau layanan yang harus dihilangkan karena selama ini cenderung merugi.
“Saya minta mengkaji ulang semua rute yang ada dan melaporkannya secara tertulis kepada Kementerian BUMN dan DPR. Sehingga kajian atas rute itu bisa dipertanggung jawabkan di kemudian hari,” kata Baidowi, Jakarta, Rabu (28/4/2020).
Dia menyebutkan, biasanya bulan puasa dan menjelang lebaran merupakan waktu panen bagi perusahaan transportasi baik tranportasi udara, laut maupun darat. Namun, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat hal itu berubah, karena pada saat ini perusahaan tranportasi justru banyak tak beroperasi.
“Seharusnya bulan-bulan ini bisnis transportasi mengalami puncaknya, namun pemerintah melarang mudik sehingga kemudian banyak yang tak beroperasi. Kondisi saat ini BUMN transportasi bisa mengatur ulang terkait skema bisnis ke depan,” terangnya.
Awiek, sapaan akrabnya berpendapat, kondisi seperti ini bisa dijadikan momen bagi BUMN transportasi seperti PT Garuda Indonesia, ASDP, PT Pelni, dan PT KAI untuk mengatur ulang skema bisnis ke depan.
“Untuk Garuda Indonesia misalnya, harus mengatur kembali skema bisnisnya,” tandasnya.
Meski demikian, dirinya mengapresiasi langkah perusahaan-perusahaan BUMN yang tak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi Covid-19 ini. Ia berharap skema ini tetap bertahan hingga pandemi Covid-19 berakhir.
“BUMN telah memilih untuk menjadikan PHK sebagai alternatif paling terakhir saat menghadapi pandemi Covid-19. Semoga skema itu tatap berlangsung hingga pademi covid-19 berlalu,” ujar Sekretaris Fraksi PPP ini.
AINUL GHURRI













