KEADILAN – Penangkapan lima pengantar jenazah oleh Polres Metro Jakarta Utara karena pemukulan sopir truk yang kemudian viral di media sosial. Salah satu yang ditangkap adalah anak dari keluarga yang sedang berduka.
Menurut informasi yang dihimpun KEADILAN, pemukulan berawal dari terhalangnya mobil ambulan pengantar jenazah oleh truk trailer. Rombongan pengantar jenazah langsung emosi.
SF (20), pengemudi truk trailer tersebut, mengaku kepada polisi bahwa saat itu ia tak melihat ada romobongan pengantar jenazah di depannya.
SF menjelaskan, karena besarnya badan truk, untuk melawati tikungan di Jalan Tiram yang tak seberapa lebar, ia harus melakukan manufer dengan mengambil haluan agak ke kanan. Terlebih lagi saat kejadian terdapat mobil box yang terparkir di sisi kirinya.
Manuver ini lah yang kemudian diartikan rombongan jenazah sebagai upaya untuk menghalangi mobil jenazah. Karena tersulut emosi, rombongan langsung marah-marah dan melakukan penyerangan terhadap truk trailer. Dalam keteranganya, polisi juga menambahkan bahwa belakangan diketahui almarhum reaktif Covid-19.
CHARLIE TOBING








