KEADILAN- Tak terima ayahnya disebut kotoran, Sander Sinaga (18) nekat memukul sepupunya sendiri, Jagar Simbolon (17) dengan martil hingga beberapa dari giginya rompal dan bibirnya pecah.
Peristiwa nahas itu terjadi di Lapangan Bulu Tangkis Desa Saor Nauli Hatoguan, Palipi, Samosir, pada akhir Januari lalu. Saat itu korban menyebut ayah pelaku adalah kotoran. Bahkan, korban mengajak pelaku untuk berduel.
Namun, pelaku memilih diam dan pulang ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Beberapa saat kemudian, pelaku kembali ke lapangan tersebut untuk menemui korban dan langsung memukul wajahnya dengan martil seketika itu juga korban langsung terjatuh dengan mulutnya penuh dengan darah.
Warga sekitar yang menyaksika peristiwa itu langsung mengamankan pelaku dan melarikan korban ke Rumah Sakit (RS) Hadrianus Pangururan. Namun, tak lama setelah diamankan warga, pelaku langsung melarikan diri ke rumah keluarganya di Sidikalang dan Deliserdang untuk menghindari polisi, sebab, beberapa saat kemudian korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Samoir.
“Tak senang aku, bapak ku disebut kotoran. Padahal ayahku itu pamannya dia (korban),” kata Sander kepada petugas.
Menurutnya, korban tidak pantas menyebut ayahnya kotoran. Sebab, dalam silsilah Batak, paman itu adalah raja. “Bapak ku itu tulangnya dia. Bapak ku itu hula-hulanya sangat tidak pantas dia mengatakan hal itu. Wajar aku marah dan siapa saja pasti marah kalau ayahnya disebut kotoran,” terangnya.
Sementara itu, Kanit PPA, Polres Samosir IPDA K Fajri Lubis menjelaskan, tersangka dan barang bukti sudah diamankan tadi sore. Dan, saat ini sedang dalam proses pemeriksaan.
“Sementara, motif dari kejadian ini adalah sakit hati. Antara korban dan pelaku masih memiliku hubungan keluarga. Namun demikian, kita masih mendalami manakala ada unsur lain,”pungkasnya.
Frans Marbun








