KEADILAN- Setelah resmi menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, langsung gerak cepat melakukan kegiatan-kegiatan yang menunjang pencapaian kinerja. Sejak dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu (6/5), setidaknya sudah beberapa pertemuan yang dilakukan oleh Boy Rafli.
Bila sebelumnya, mantan Kapolda Papua ini telah melakukan pertemuan dengan mantan narapidana kasus terorisme, Selasa kemaren (9/6) giliran Jaksa Agung ST Burhanuddin yang mendapat kunjungan silaturahminya.
Boy Rafli mengatakan kedatangannya ke Kejagung untuk membahas seputar penanganan kasus tindak pidana terorisme di Indonesia. “Kita berkoordinasi terkait penanganan tindak pidana terorisme,” ujarnya.
Sementara itu, Jaksa Agung Burhanuddin dalam keterangan tertulis yang disampaikan Penkum Kejagung menyebutkan karena memiliki andil dalam melakukan penyelidikan sampai pada tahap penuntutan perkara terorisme, pihaknya siap membantu Kepala BNPT dalam menuntaskan perkara tindak pidana terorisme tersebut.
“Kami akan selalu siap berkoordinasi dengan rekan-rekan penyelidik maupun penyidik BNPT dalam penanganan perkara tindak pidana terorisme di Indonesia yang dalam proses penuntutannya di Kejaksaan RI di bawah pengendalian Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dan dilaksanakan oleh Direktorat Tindak Pidana Terorisme dan Lintas Negara,” sebutnya.
Burhanuddin sendiri berharap dengan adanya koordinasi tersebut dapat mencegah tumbuhnya paham radikalisme di Indonesia. Yang akhirnya penanggulangan tindak pidana terorisme cepat teratasi.
“Semoga dengan terjalinnya silaturahmi dan koordinasi yang baik, kita bersama dapat mencegah berkembangnya paham radikalisme dan menanggulangi tindak pidana terorisme,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan mantan narapidana kasus terorisme, Boy Rafli telah mengikrarkan akan menjadikan sebagai mitra binaan Subdit Bina Masyarakat BNPT. Tujuannya untuk menciptakan kerukunan, persatuan dan perdamaian di daerahnya masing-masing.
“Tentunya kami berharap bapak–ibu, ikhwan-akhwat, ustaz-ustazah semua sebagai mitra BNPT punya peran penting di daerahnya masing-masing dalam menciptakan sebuah perdamaian dan kerukunan, demi terciptanya persatuan bagi bangsa Indonesia ini,” ujarnya, Jumat (29/5).
Karena sudah menjadi mitra, Boy Rafli berharap para mantan narapidana tersebut
agar tetap tulus melakukan kewajibannya sebagai warga negara untuk melakukan bela negara. Menurutnya, kita semua harus mencintai negara yang berpondasi konstitusi berdasarkan Pancasila ini.
“Kita bersyukur dengan kemajemukan, kita bisa hidup berdampingan secara damai. Karena sampai hari ini harus disyukuri bahwa Indonesia masih tetap bersatu dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentunya ini adalah sesuatu hal yang luar biasa,” tegasnya.
Dari pertemuan-pertemuan yang dilakukan tersebut, tampaknya Boy Rafli ingin menepati janjinya. Seusai pelantikan dirinya sebagai Kepala BNPT, Boy Rafli pernah menyebutkan akan mensinergikan kekuatan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi bahaya terorisme.
Karena terorisme ini merupakan kejahatan transnasional, terorganisir, dan luar biasa, menurut Boy Rafli perlu lebih ditingkatkannya kerja sama di dalam negeri maupun luar negeri. Dirinya menyadari bahwa dalam upaya penanggulngan terorisme ini tidaklah cukup hanya dilakukan unsur petugas aparat negara saja.
Chairul Zein







