KEADILAN- Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Ateng Aryono mengapresiasi ketegasan atas penyampaian Presiden Jokowi terkait larangan mudik lebaran tahun 2020. Menurutnya, larangan tradisi mudik lebaran tahun ini dapat menghindari penyebaran virus corona (Covid-19) yang lebih parah.
“Kita apresiasi atas ketegasan Presiden Jokowi terkait larangan itu (mudik), saya pikir dengan ketegasan Pak Presiden kita tidak akan terjadi penyebaran (Covid-19) yang lebih luas lagi,” kata Ateng saat dihubungi KEADILAN, Selasa (21/4/2020).
Meski demikian, lanjut Ateng, penyampaian Jokowi dilanjutkan dengan ketentuan-ketentuan yang ada di instansi terkait, seperti memberikan bantuan terhadap para pekerja transportasi dan Organda.
Lantas bagaimana bila pemerintah tidak memberikan bantuan terhadap Organda Ateng menyatakan bahwa pihaknya tetap konsisten dengan kondisi pandemi saat ini.
Pasalnya, sejak terjadi Covid-19 menimpa Indonesia, omzet pengusaha bus mengalami penurunan hingga 90-100 persen (data-red).
“Itu dari by data kami, sudah dari berapa waktu yang lalu, terutama mulai Maret ya, itu secara bertahap, dari 60 naik ke 70 sampai 90 persen. Tapi, sekarang pilihannya begini, mati orangnya atau mati pengusahanya, iya kan? Itu terlalu sederhana kalau kita melihat di sana, tapi kita mengerti bahwa posisi ini persoalan nyawa nasional,” terangnya.
Ateng menjelaskan, penurunan omzet mulai terjadi ketika diumumkannya pasien virus corona pertama, disusul kebijakan jaga jarak (physical distancing) oleh pemerintah, serta ditutupnya tempat pariwisata.
“Nah, kalau itu (pariwisata) ditutup berarti tidak ada pergerakan (pemasukan). Misalnya, di Bali ditutup, sehingga tidak ada wisata asing yang datang, ya sudah berarti tidak ada pemasukan. Contoh itu,” ujar Ateng.
AINUL GHURRI













