Terdampak Corona, Harga Batu Bara RI Anjlok di Bulan April

KEADILAN- Akibat mewabahnya virus Corona, harga batu bara (HBA) di bulan April anjlok dibandingkan bulan Maret, HBA bulan ini turun USD1,31 per ton dari posisi USD 67,08 per ton. Terdampaknya virus Corona membuat negara-negara menurunkan permintaan, sehingga HBA Indonesia mengalami penurunan.

Diketahui, HBA pada Januari 2020 tercatat USD65,93 per ton turun dari Desember 2019 USD66,30 per ton. HBA mengalami fluktuasi, naik di Februari USD66,89 per ton dan Maret USD67,08 per ton, dan kembali turun di April 2020 ini.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, berkurangnya konsumsi listrik di negara-negara terdampak Covid-19, mengakibatkan permintaan batubara turun sehingga berdampak pada terjadinya sedikit over supply batubara secara global.

Hal ini mempengaruhi penurunan empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

“Rata-rata indeks bulanan ICI turun 2,66%, Platt’s turun 2,75%, GCNC turun 1,77%, NEX turun 0,66%. Karena keempatnya mengalami penurunan maka Harga Batubara Acuan (HBA) yang dipengaruhi keempat indeks tersebut dipastikan juga ikut turun,” ungkap Agung, Senin (6/4/2020).

Lebih lanjut, Agung mengatakan bahwa turunnya indeks harga batubara ini terjadi salah satunya dipicu demand listrik yang berkurang di negara-negara terdampak pandemi Covid-19.

“Kebijakan Work From Home di beberapa negara mengakibatkan konsumsi listrik di beberapa ibukota dan pusat bisnis menurun yang berpengaruh pada turunnya permintaan batubara,” imbuhnya.

Agung menyebut, nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

“Dari perhitungan rata-rata keempat indeks tersebut, angka HBA diusulkan menjadi USD 65,77 per ton, atau turun USD 1,31 dari HBA Maret yang ada di angka USD 67,08 per ton,” paparnya.

HBA bulan April 2020 ini akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

AINUL GHURRI