KEADILAN – Sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19, RSUP Fatmawati berkomitmen tidak ada penularan penyakit tersebut baik kepada petugas maupun kepada seluruh pengunjung.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama RSUP Fatmawati Dr Mochammad Syafak Hanung, SpA., MPH, Sabtu (28/3). “Setelah ditunjuk sebagai RS Rujukan Covid-19, RSUP Fatmawati berkomitmen tidak boleh ada penularan penyakit tersebut baik kepada petugas maupun seluruh pengunjung,” kata Hanung.
Atas dasar itu, Hanung menambahkan, pihaknya akan terus berupaya memberikan jaminan peralatan yang sesuai standar kepada petugas medis yang menangani pasien yang terindikasi maupun positif terinfeksi virus Corona.
“Untuk itu perlu APD yang sesuai standar ( WHO, KPPI/Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) dan kedisiplinan semua pihak. Insya Allah APD saat ini sudah sesuai standar. Semoga kedepan tidak ada kesulitan mencari barang tersebut,” katanya.
Hingga Minggu (29/3), jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19, tercatat 1.285 kasus. Sementara itu korban meninggal dunia bertambah menjadi 114 orang dan pasien sembuh 64 orang. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya.
50 Tenaga Medis Terpapar
Seperti diketahui, para medis merupakan salah satu pihak yang rentan terinfeksi karena mereka langsung bersentuhan dengan pasien. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19, sudah semakin banyak yang menjadi korban virus Corona.
Di DKI Jakarta, menurut Anies, ada 50 tenaga medis yang terpapar virus Corona, dan dua orang dokter dilaporkan telah meninggal dunia.
“Adapun tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, pada hari ini berjumlah 50 orang. Ada dua yang meninggal dan ini terjadi di 24 rumah sakit di Jakarta,” kata Anies, Kamis (26/3).
Penerus Bonar













